Advertisement
Kuala Lumpur Berlakukan Denda Sampah hingga Rp8,2 Juta
Ilustrasi sampah organik - Foto dibuat oleh AI - StockCake
Advertisement
Harianjogja.com, KUALA LUMPUR—Pemerintah Kota Kuala Lumpur akan memberlakukan denda tegas bagi warga maupun wisatawan yang membuang sampah atau meludah sembarangan. Mulai 1 Januari 2026, pelanggar terancam denda hingga RM2.000 atau setara Rp8,2 juta.
Kebijakan tersebut diterapkan oleh Dewan Bandaraya Kuala Lumpur (DBKL) sebagai bagian dari upaya memperkuat citra ibu kota Malaysia menjelang pelaksanaan Tahun Kunjungan Malaysia (Visit Malaysia) 2026.
Advertisement
Direktur Departemen Kesehatan dan Lingkungan Hidup DBKL, Nor Halizam Ismail, mengatakan sanksi ini tidak semata-mata bertujuan menghukum, tetapi juga mendidik masyarakat agar lebih disiplin menjaga kebersihan ruang publik.
“Denda yang kami kenakan dapat mencapai RM2.000, tergantung jenis pelanggaran. Tujuan kami adalah mendidik masyarakat agar menghormati ruang publik yang digunakan bersama,” kata Nor Halizam, dikutip dari Bernama, Kamis (1/1).
BACA JUGA
Selain denda, pelanggar juga akan dikenai sanksi sosial berupa kewajiban menjadi pelayan publik selama lebih dari 12 jam dalam periode tertentu.
Penegakan aturan dilakukan secara bertahap, dengan fokus utama di kawasan wisata populer Kuala Lumpur yang kerap menjadi tujuan wisatawan mancanegara, termasuk dari Indonesia. Sasaran penertiban mencakup pelanggaran ringan seperti membuang puntung rokok, botol minuman, hingga meludah—terutama ludah sirih—di area publik dan pejalan kaki.
DBKL menilai perilaku tersebut tidak hanya mengotori lingkungan, tetapi juga mencoreng citra negara sebagai destinasi wisata.
Untuk memperkuat kebijakan itu, DBKL menetapkan empat kawasan bebas sampah, yakni Jalan Bukit Bintang, Dataran Merdeka, Jalan Tun Perak, dan kawasan komersial Brickfields.
Tak hanya itu, DBKL juga menegaskan tidak akan berkompromi terkait kebersihan tempat makan dan toilet umum. Setiap pemilik usaha atau kontraktor akan dikenai tindakan tegas jika terbukti melanggar standar kebersihan.
“Kami memantau sekitar 7.450 usaha makanan secara berkelanjutan untuk memastikan tidak terjadi kontaminasi makanan maupun berkembangnya hewan pembawa penyakit seperti tikus dan kecoa,” ujar Nor Halizam.
Ia menambahkan, kebersihan toilet umum juga menjadi perhatian serius DBKL dan akan dipantau secara rutin maupun berdasarkan laporan masyarakat, demi kenyamanan warga dan wisatawan.
Sementara itu, pencanangan resmi Visit Malaysia 2026 bertajuk I Lite U dijadwalkan berlangsung pada 3 Januari 2026 dan akan diresmikan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim. Acara tersebut akan menampilkan parade 16 kontingen, proyek pencahayaan kota berbasis teknologi, serta pertunjukan musik dan budaya nasional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Ribuan Dapur MBG Bermasalah Program Gizi Disorot
- Kasus Amsal Berbuntut Panjang, DPR Desak Evaluasi Total Kejari Karo
- Anak Indonesia Nyaris Semua Online, PP Tunas Jadi Benteng Terakhir
- BMKG Turunkan Tim ke Maluku Utara dan Sulut Usai Gempa M 7,6
- Ngaku Tuhan Kedua, Dukun Cabul di Magetan Setubuhi Istri Pasien
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Jadwal Terbaru KA Prameks Jogja-Kutoarjo, 2 April 2026
- BMKG: Gempa M7,6 Ternate Akibat Sesar Naik, Warga Diminta Jauhi Pantai
- Event Jogja 2 April 2026, dari Tulus hingga Kirab Budaya
- LHKPN Presiden Masih Diproses, Harta Wapres Sudah Terbuka
- Jadwal Misa Trihari Suci dan Paskah 2026 Paroki se-DIY
- Ucapan Kamis Putih 2026, Penuh Makna Kasih dan Kerendahan Hati
- Listrik Padam Hari Ini: Sleman dan Kota Jogja Kena Giliran
Advertisement
Advertisement









