Advertisement
Prabowo: Pemimpin Harus Siap Dihujat, Jangan Patah Semangat
Presiden Prabowo menegaskan pemimpin harus siap dihujat dan dikritik, namun tidak boleh patah semangat dalam melayani rakyat. - Antara.
Advertisement
Harianjogja.com, ACEH TAMIANG—Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa seorang pemimpin harus siap menerima hujatan, fitnah, dan kritik, namun tidak boleh kehilangan semangat dalam menjalankan tugas untuk melayani rakyat.
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat memberikan arahan dalam rapat terbatas bersama sejumlah menteri, kepala daerah, serta pimpinan Aceh di lokasi pembangunan Rumah Hunian Danantara di Kabupaten Aceh Tamiang, Kamis.
Advertisement
Menurut Presiden, masih ada kecenderungan sebagian pihak yang memandang setiap aktivitas pemerintah dari sudut pandang negatif, termasuk ketika pejabat hadir langsung di lokasi bencana.
Prabowo mencontohkan kritik yang kerap muncul terkait kehadiran pejabat pemerintah di daerah terdampak bencana. Ia menilai kritik tersebut sering kali serba salah, baik ketika pejabat datang ke lapangan maupun ketika tidak hadir.
BACA JUGA
Padahal, kata dia, kehadiran pemimpin bertujuan untuk melihat langsung kondisi di lapangan, mengidentifikasi kekurangan, serta menentukan langkah-langkah yang dapat dipercepat guna membantu masyarakat.
Dengan bertemu langsung kepala daerah, Prabowo menyebut pemerintah pusat dapat memperoleh gambaran kebutuhan secara lebih jelas dan melakukan pengecekan langsung terhadap persoalan yang dihadapi.
“Pejabat datang, pemimpin datang melihat apa kekurangan, apa masalah, apa yang bisa kita bantu, mana yang bisa kita percepat,” ujarnya.
Presiden menegaskan bahwa pejabat yang turun ke lapangan tidak datang untuk kepentingan seremonial, melainkan untuk mencatat, memahami persoalan, dan mengambil keputusan.
Prabowo menekankan kepada para menteri, kepala badan, gubernur, dan kepala daerah bahwa kesiapan menerima kritik merupakan bagian dari kewajiban seorang pemimpin.
Namun demikian, kritik tersebut tidak boleh melemahkan semangat kerja, melainkan dijadikan bahan koreksi dan kewaspadaan dalam menjalankan amanah.
“Kita sekarang dalam rangka membuktikan. Pejabat turun bukan untuk wisata, tapi melihat, mencatat, mengerti, dan mengambil keputusan,” katanya.
Lebih lanjut, Kepala Negara menegaskan bahwa fokus utama pemerintah adalah meringankan dan mengurangi penderitaan masyarakat, sembari tetap mengurus kepentingan nasional secara menyeluruh.
“Tugas kita membantu saudara-saudara di lapangan, sementara nasib 280 juta rakyat Indonesia tetap harus kita urus secara nasional,” pungkas Prabowo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Ribuan Dapur MBG Bermasalah Program Gizi Disorot
- Kasus Amsal Berbuntut Panjang, DPR Desak Evaluasi Total Kejari Karo
- Anak Indonesia Nyaris Semua Online, PP Tunas Jadi Benteng Terakhir
- BMKG Turunkan Tim ke Maluku Utara dan Sulut Usai Gempa M 7,6
- Ngaku Tuhan Kedua, Dukun Cabul di Magetan Setubuhi Istri Pasien
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Jadwal Terbaru KA Prameks Jogja-Kutoarjo, 2 April 2026
- BMKG: Gempa M7,6 Ternate Akibat Sesar Naik, Warga Diminta Jauhi Pantai
- Event Jogja 2 April 2026, dari Tulus hingga Kirab Budaya
- LHKPN Presiden Masih Diproses, Harta Wapres Sudah Terbuka
- Jadwal Misa Trihari Suci dan Paskah 2026 Paroki se-DIY
- Ucapan Kamis Putih 2026, Penuh Makna Kasih dan Kerendahan Hati
- Tsunami Terdeteksi di 3 Titik Seusai Gempa M 7,6, Ini Data BMKG
Advertisement
Advertisement









