Advertisement
Warga Solo Boyong Monstera King Varigata Rp225 Juta, Baru Sehari Langsung Ditawar Orang
Ari Winanto, 46, dan istrinya, Sri Hastuti, 41, warga Banjarsari, Solo, menunjukkan tanaman hias Monstera King Varigata miliknya yang dihargai Rp250 juta, Sabtu (11/9/2021) malam. - Solopos/Kurniawan
Advertisement
Harianjogja.com, SOLO— Sepasang suami istri di Solo menjadi perbincangan publik lantaran aksi mereka membawa faunsa dengan nilai ekonomi yang fantastis.
Mereka adalah Ari Winanto,46, dan Sri Hastuti, 41, pasangan suami istri asal Kecamatan Banjarsari, Solo, yang membeli dua tanaman hias jenis Monstera King Varigata dari lereng Gunung Lawu seharga Rp225 juta, Jumat (10/9/2021).
Advertisement
Baru sehari disimpan di rumah, dua tanaman dengan tinggi sekitar 1,75 meter itu kini sudah ditawar sejumlah kolektor tanaman hias. Tapi Sri dan Ari belum mau melepas tanaman yang diklaim langka tersebut karena harganya belum cocok.
Baca juga: Cegah Varian Mu, Kemenkes Perketat Aturan Bagi Pendatang Luar Negeri
“Hari ini tadi yang paling besar ada yang menawar Rp160 juta. Sama orang dari Jakarta, teman sendiri. Tapi saya rasanya masih sayang saya tanaman ini, jadi belum saya lepas. Saya mintanya Rp250 juta,” ujar dia, Sabtu (11/10/2021).
Sri menjelaskan tanaman hias miliknya istimewa karena memiliki lima tongkol yang siap mengeluarkan biji atau benih. Satu tongkol bisa mengeluarkan benih hingga seratus. Biji-biji tersebut bisa disemai agar tumbuh jadi tanaman.
“Tongkolnya kalau disilangin, kalau keluar varigatanya warna pink, satu daun harganya bisa sampai ratusan juta rupiah, nanti bibitnya. Makanya yang jenis ini masih tergolong langka, banyak dicari kolektor berbagai negara,” terang dia.
Baca juga: Bergerak 3 Menit Per Jam Bisa Tekan Risiko Penyakit Kronis
Sri membandingkan satu tanaman kecil Monstera Varigata dengan dua atau tiga daun saja yang mencampai Rp15 juta. Artinya tanaman Monstera King Varigata miliknya yang mempunyai lima tongkol harganya menjadi berkali lipat.
Selain itu menurut Sri tanaman miliknya mempunyai varigata atau corak berpola acak yang berkesan mewah. “Tanaman ini mendunia karena bentuknya unik. Apalagi ini varigatanya yang paling unggul, warnanya berkesan mewah,” kata dia.
Sri menceritakan perjuangannya mendapatkan tanaman itu dari petani di lereng Gunung Lawu. Jalur menuju tempat pemilik tanaman terbilang berat. Sang pemilik tidak mau tanaman miliknya ditawar, sehingga dibayar sesuai permintaannya.
“Saya susah payah cari ini karena tergolong langka, sudah keluarin tongkol atau biji. Barangnya di lereng Gunung Lawu, di Desa Mogol. Saya langsung ke pemilik, ditawar tidak boleh, akhirnya deal Rp225 juta untuk dua tanaman,” urai dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Solopos.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Walking Tour Telusuri Jejak Sejarah Simpang Lima Boyolali
Advertisement
Berita Populer
- Jadwal DAMRI ke Bandara YIA, Minggu 4 Januari 2026
- Mercedes-Benz Recall 169 Unit EQB di AS, Risiko Baterai
- Harga Emas UBS dan Galeri24 Pegadaian Stagnan Hari Ini
- Jadwal SIM Keliling di Kulonprogo, Minggu 4 Januari 2026
- Senegal dan Mali Lolos ke Perempat Final Piala Afrika 2025
- Taman Pintar Jogja Catat Pendapatan Rp14,45 Miliar di 2025
- Venezuela Punya Cadangan Minyak Terbesar, tapi Produksi Anjlok
Advertisement
Advertisement




