Studi: Polusi Kurangi 2,5 Tahun Usia Hidup Orang Indonesia

Polusi udara Jakarta. - Reuters
09 September 2021 15:57 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Direktur Indeks Udara Kualitas Kehidupan (AQLI) dari Universitas Chicago, Amerika Serikat, Kenneth Lee mengatakan rata-rata orang Indonesia diperkirakan kehilangan 2,5 tahun dari usia harapan hidupnya akibat polusi udara.

"Kualitas udara tidak memenuhi ambang aman sesuai pedoman Organisai Kesehatan Dunia untuk konsentrasi partikel halus [PM2.5]," ucapnya dalam acara webinar kolaborasi AQLI, Bicara Udara dan Nafas tentang "Air Quality Life Index Indonesia Report Launching 2021", Kamis (9/9/2021).

Indeks poluasi yang dikembangkan oleh Michael Greenstone dan rekan-rekannya di Energy Policy Institute, University of Chicago menunjukkan bahwa dampak kesehatan dari polusi partikulat paling besar terjadi di wilayah metropolitan Jakarta dan beberapa bagian Sumatra.

Di DKI Jakarta sendiri, rata-rata orang diperkirakan dapat kehilangan 5,5 tahun dari usia harapan hidup apabila tingkat polusi masih terus seperti tahun 2019 lalu.

Sementara itu, di beberapa daerah, seperti Bandung dan Bogor, penurunan usia harapan hidup bahkan lebih besar, yakni mencapai lebih dari enam tahun.

"Jika, misalnya, Indonesia berhasil mengurangi polusi udara sebanding dengan apa yang dicapai Tiongkok dalam enam tahun terakhir, [maka] rata-rata orang Indonesia diperkirakan dapat hidup satu tahun lebih lama. Sementara, di daerah yang paling tercemar di Indonesia manfaatnya perpanjangan harapan hidup ini dapat mencapai 2,4 tahun," kata Kenneth.

Di sisi lain, dalam kesempatan yang sama Chief Growth Officer Nafas Indonesia, Piotr Jakubowski mengatakan bahwa polusi udara menyebabkan berbagai masalah kesehatan, terutama berkaitan dengan organ pernafasan.

Belum lagi, saat ini dunia juga tengah dihadapkan dengan pandemi Covid-19 yang mana dapat makin memperburuk kesehatan.

"Data WHO menunjukkan bahwa 9 dari 10 orang menghirup udara yang mengandung polutan tingkat tinggi. Untuk itu, kita perlu sadar akan bahaya polusi udara karena udara yang kita hirup [bisa] mengambil kehidupan bertahun-tahun dari masa depan kita," ucap Piotr.

Sumber : Antara