Polri Tahan DR, Rekan Febrie Adriansyah Jadi Tersangka TPPU
Polri menetapkan DR sebagai tersangka TPPU bersama Febrie Adriansyah. DR telah ditahan, sedangkan Febrie masih menunggu proses di Kejagung.
Covid-19 Varian Mu/istimewa
Harianjogja.com, JAKARTA - Virus Corona sudah beberapa kali bermutasi selama pandemi Covid-19 terjadi di dunia. Sejak munculnya varian baru mulai dari Alpha, Delta, Lambda, dan sekarang para peneliti telah menemukan varian Mu.
Varian Mu sangat menjadi perhatian organisasi kesehatan dunia atau WHO. Penemuan virus Covid-19 varian Mu pertama kali di Kolombia pada Januari 2021. Dalam tujuh bulan terakhir, varian Mu telah menyebar di 39 negara di seluruh dunia.
Dilansir dari Times of India, struktur genom dari varian Mu berbeda dari strain asli virus Corona. Hal ini berarti varian Mu dapat dengan mudah menghindari perlindungan yang diberikan oleh vaksin Covid-19 yang sudah ada saat ini
Banyak yang bertanya-tanya, apakah varian ini lebih berbahaya dari varian Delta? Satu hal yang meyakinkan bahwa setelah 7 bulan hadir di dunia, varian ini tidak mengungguli varian Delta, yang dominan di sebagian besar dunia.
Menurut studi awal oleh peneliti dari Italia, varian Mu rentan terhadap antibodi yang diproduksi oleh Pfizer-BioNTech. Namun, Pfizer tidak bekerja efisien pada varian Mu. Penelitian awal lainnya dari Inggris menunjukkan bahwa mutasi spesifik dapat membantu varian Mu keluar dari sistem kekebalan.
Simak fakta-fakta terkait Covid-19 varian Mu. Mulai dari cara virus bermutasi, peringatan WHO, hingga kebal vaksin yang diproduksi saat ini.
1. Mengapa Virus Bermutasi?
Varian virus Corona muncul ketika ada perubahan atau mutasi pada struktur genom asli virus. Sudah menjadi sifat alami dari RNA virus termasuk virus corona untuk berevolusi dan mengubah struktur dari waktu ke waktu untuk mempertahankan keberadaannya.
Hal itu juga mungkin terjadi karena perbedaan geografis. Perubahan struktur RNA pada kasus virus bukanlah hal baru. Semua virus, termasuk flu dan pilek, bermutasi dari waktu ke waktu. Itulah mengapa terdapat anjuran untuk melakukan vaksinasi flu setiap tahun untuk menangani versi virus yang lebih baru.
Menurut WHO, virus umumnya dikategorikan dalam dua bagian, yaitu Varian of Concern (VOC) dan Varian of Interest (VOI). Varian Mu tergolong sebagai VOI, yang berarti memiliki potensi meningkatkan keparahan penyakit. Mu memiliki potensi untuk menyebabkan kerusakan yang lebih besar, tetapi masih sedikit bukti untuk mengkonfirmasi hal ini.
Sementara itu, WHO telah menandai empat varian lainnya, yaitu Eta, Lota, Kappa, dan Lambda sebagai VOI. Beberapa studi menunjukkan bahwa Mu mungkin akan mendominasi di masa mendatang, melebihi varian Delta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Polri menetapkan DR sebagai tersangka TPPU bersama Febrie Adriansyah. DR telah ditahan, sedangkan Febrie masih menunggu proses di Kejagung.
Basarnas memperluas area pencarian 18 korban KM Nurul Salsa hingga 1.980 mil laut dengan dukungan alutsista laut dan udara pada hari keenam operasi SAR.
Dana kompensasi tenaga kerja asing menjadi penyumbang terbesar PNBP Kemnaker. Pemerintah kini mengkaji besaran kompensasi yang telah berlaku selama puluhan tahu
Revisi UU Hak Cipta berisiko rugikan media dan publik. Belajar dari negara lain, RI diminta hati-hati.
Polri menangkap buronan Interpol asal Palestina Abdul Karim Raed Miqdad di Indonesia. Ia diketahui membawa tiga paspor, dua di antaranya diduga palsu.
PT Danantara Sumber Daya Alam bersiap mengimplementasikan pengelolaan ekspor SDA satu pintu pada 1 September 2026 untuk memperkuat pengawasan ekspor.