117 Santri Ponpes Manbaul Hikam Kembali Dilarikan ke Rumah Sakit Usai Keracunan MBG
Sebanyak 117 santri Ponpes Manbaul Hikam Sidoarjo kembali dirawat setelah menjalani pemulihan dugaan keracunan MBG.
Covid-19 Varian Mu/istimewa
Harianjogja.com, JAKARTA - Virus Corona sudah beberapa kali bermutasi selama pandemi Covid-19 terjadi di dunia. Sejak munculnya varian baru mulai dari Alpha, Delta, Lambda, dan sekarang para peneliti telah menemukan varian Mu.
Varian Mu sangat menjadi perhatian organisasi kesehatan dunia atau WHO. Penemuan virus Covid-19 varian Mu pertama kali di Kolombia pada Januari 2021. Dalam tujuh bulan terakhir, varian Mu telah menyebar di 39 negara di seluruh dunia.
Dilansir dari Times of India, struktur genom dari varian Mu berbeda dari strain asli virus Corona. Hal ini berarti varian Mu dapat dengan mudah menghindari perlindungan yang diberikan oleh vaksin Covid-19 yang sudah ada saat ini
Banyak yang bertanya-tanya, apakah varian ini lebih berbahaya dari varian Delta? Satu hal yang meyakinkan bahwa setelah 7 bulan hadir di dunia, varian ini tidak mengungguli varian Delta, yang dominan di sebagian besar dunia.
Menurut studi awal oleh peneliti dari Italia, varian Mu rentan terhadap antibodi yang diproduksi oleh Pfizer-BioNTech. Namun, Pfizer tidak bekerja efisien pada varian Mu. Penelitian awal lainnya dari Inggris menunjukkan bahwa mutasi spesifik dapat membantu varian Mu keluar dari sistem kekebalan.
Simak fakta-fakta terkait Covid-19 varian Mu. Mulai dari cara virus bermutasi, peringatan WHO, hingga kebal vaksin yang diproduksi saat ini.
1. Mengapa Virus Bermutasi?
Varian virus Corona muncul ketika ada perubahan atau mutasi pada struktur genom asli virus. Sudah menjadi sifat alami dari RNA virus termasuk virus corona untuk berevolusi dan mengubah struktur dari waktu ke waktu untuk mempertahankan keberadaannya.
Hal itu juga mungkin terjadi karena perbedaan geografis. Perubahan struktur RNA pada kasus virus bukanlah hal baru. Semua virus, termasuk flu dan pilek, bermutasi dari waktu ke waktu. Itulah mengapa terdapat anjuran untuk melakukan vaksinasi flu setiap tahun untuk menangani versi virus yang lebih baru.
Menurut WHO, virus umumnya dikategorikan dalam dua bagian, yaitu Varian of Concern (VOC) dan Varian of Interest (VOI). Varian Mu tergolong sebagai VOI, yang berarti memiliki potensi meningkatkan keparahan penyakit. Mu memiliki potensi untuk menyebabkan kerusakan yang lebih besar, tetapi masih sedikit bukti untuk mengkonfirmasi hal ini.
Sementara itu, WHO telah menandai empat varian lainnya, yaitu Eta, Lota, Kappa, dan Lambda sebagai VOI. Beberapa studi menunjukkan bahwa Mu mungkin akan mendominasi di masa mendatang, melebihi varian Delta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Sebanyak 117 santri Ponpes Manbaul Hikam Sidoarjo kembali dirawat setelah menjalani pemulihan dugaan keracunan MBG.
AS mengusulkan Ban Artificial Superintelligence Act yang melarang pengembangan AI superinteligensi dan mengancam pelanggar dengan penjara hingga 20 tahun.
Timnas Voli Putri Indonesia menghadapi Nepal di Asian Games 2026, Kamis 17 September. Simak jadwal dan siaran langsung TVRI pukul 17.20 WIB.
Prakiraan Cuaca Jogja Kamis 17 September 2026, Suhu Capai 33 Derajat
Atletico Madrid menghajar Osasuna 4-0 dalam lanjutan Liga Spanyol. Jonathan David, Lee Kang-in, Le Normand, dan Alex Baena mencetak gol.
100 difabel dari lima kabupaten/kota di DIY belajar membatik dengan pendampingan sebulan untuk membuka peluang berkarya dan mandiri.