2,9 Juta Masyarakat Indonesia Buta Huruf, Terbanyak di Papua

Warga saat melakukan rapat daring menggunakan layanan Telkomsel di Kota Sorong, Papua Barat, Minggu (29/3/2020). - ANTARA FOTO/Olha Mulalinda
04 September 2021 13:57 WIB Jaffry Prabu Prakoso News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) mencatat masih ada 2,9 juta warga Indonesia yang buta huruf pada tahun2020. Papua adalah penyumbang terbesar dan jumlahnya meningkat 1 persen dari tahun sebelumnya

“Tahun lalu persentase dari total penduduk adalah 1,78 persen dan tahun ini 1,71 persen. Ini turun cukup besar,” kata Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah Kemendikbud Ristek Jumeri pada konferensi pers, Sabtu (4/9/2021).

BACA JUGA : Penanganan Buta Aksara Dikemas dengan Budaya

Jumeri menjelaskan, bahwa setidaknya ada 10 provinsi yang menyumbang paling tinggi dan di atas rata-rata nasional, yaitu 1,71 persen. Semuanya adalah Papua (22,03 persen), NTB (7,52 persen), Sulbar 4,46 (persen), NTT (persen), Sulsel (persen), Kalbar (persen), , Jatim (persen), Sultra (persen), Jateng (persen), dan Papua Barat (persen).

Dari kelompok umur, mereka yang berada pada usia 44 sampai 59 tahun memiliki persentase buta aksara tertinggi dibandingkan kelompok lainnya. Kesenjangannya pun tinggi, yaitu lebih banyak perempuan.

Sedangkan, mereka yang berusia 15-24 tahun juga masih ada yang belum melek huruf. Mereka berada pada persentase 0,22 persen

Untuk mengatasi ini, Jumeri menuturkan bahwa setidaknya ada tiga hal yang menjadi fokus pemerintah. Pertama, adalah berkonsentrasi pada daerah yang buta aksara tinggi.

BACA JUGA : Angka Buta Aksara di Gunungkidul Terus Ditekan

Kedua, pengembangan yang lebih spesifik dan masif. Ketiga, memperluas jejaring dengan berbagai pihak.

“Buta huruf ini merupakan bagian dari hak asasi yang harus dimiliki setiap warga negara kita agar mereka memiliki hak untuk hidup, hak mendapatkan informasi, dan menuntun hidupnya untuk lebih baik lagi,” jelasnya.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia