Corona Varian Delta vs Varian Delta Plus, Mana yang Lebih Berbahaya?

Virus corona varian delta plus - istimewa
19 Agustus 2021 13:27 WIB Dinda Aulia Ramadhanty News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA -Varian Delta Plus kini menjadi kekhawatiran dunia setelah sebelumnya direpotkan dengan varian Delta.

Setelah virus Covid-19 varian Delta yang pertama kali ditemukan di India dan diketahui berkali-kali lebih menular daripada jenis aslinya, kini muncul kasus varian Delta Plus di beberapa negara bagian.

Melansir dari timesofindia.com, baik varian Delta dan Delta Plus telah dikategorikan sebagai Variants of Concern (VoC) oleh Badan Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO). Kedua varian Covid-19 ini telah tersebar di banyak negara. Ancaman paling besar terlihat di negara yang masih memiliki persentase vaksinasi rendah.

Varian Delta (B.1.617.2) terus menjadi varian dominan yang naik dengan cepat. Varian Delta menjadi salah satu malapetaka bahkan penyebab atas gelombang kedua yang dihadapi India.

Varian Mana Yang Lebih Cepat Menyebar?
Virus Varian Delta memang sebagian besar bertanggung jawab atas penyebaran yang cukup mematikan di gelombang kedua ini. Kenaikan kasus juga cepat dikarenakan proses penularannya yang tinggi.

Namun, meskipun pengamatan klinis menunjukkan ancaman penularan yang lebih tinggi, varian Delta Plus masih berada di posisi rendah dan hanya ditemukan menyebar pada tingkat yang jauh lebih rendah dari yang diperkirakan.

Terdapat tiga negara bagian yang bertanggung jawab atas sebagian besar kasus varian baru yaitu Maharashtra, Kerala, dan Madhya Pradesh.

Saat ini, varian Delta masih menjadi dominan karena virusnya yang sangat aktif, dan ahli juga mengungkapkan, dengan gejala parah dapat menjadi ancaman yang mungkin akan dihadapi. Dan untuk varian Delta Plus, ahli menjelaskan, meskipun kemampuan untuk menyebar mungkin parah dan cepat, tapi untuk saat ini tidak meningkat begitu cepat.

Gejala-Gejala
Varian Delta memungkinkan memiliki gejala yang melibatkan paru-paru seperti kesulitan pernapasan, atau keluhan terhadap Gastrointestinal.

Sedangkan pada varian Delta Plus, yang dikatakan mengusung dari varian Delta dan varian Beta. Beberapa penelitian menunjukkan varian Delta Plus dapat mudah melawan pertahanan kekebalan dan terikat kuat pada reseptor sel paru-paru.

Kemungkinan gejala yang dialami pasien yang terinfeksi varian Delta Plus:
- Sesak napas (kesulitan dalam pernapasan)
- Demam berkepanjangan dan batuk terus menerus
- Gejala gastrointestinal
- Ruam kulit dan alergi
- Mata kering dan berair
- Hilang nafsu makan dan mual.

Sumber : Bisnis.com