Tolak Pabrik Semen, Warga Pracimantoro Ajukan 13 Tuntutan
Warga Pracimantoro ajukan 13 tuntutan, desak revisi RTRW Wonogiri dan tolak pabrik semen demi kelestarian karst.
Virus corona varian delta plus/istimewa
Harianjogja.com, JAKARTA -Varian Delta Plus kini menjadi kekhawatiran dunia setelah sebelumnya direpotkan dengan varian Delta.
Setelah virus Covid-19 varian Delta yang pertama kali ditemukan di India dan diketahui berkali-kali lebih menular daripada jenis aslinya, kini muncul kasus varian Delta Plus di beberapa negara bagian.
Melansir dari timesofindia.com, baik varian Delta dan Delta Plus telah dikategorikan sebagai Variants of Concern (VoC) oleh Badan Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO). Kedua varian Covid-19 ini telah tersebar di banyak negara. Ancaman paling besar terlihat di negara yang masih memiliki persentase vaksinasi rendah.
Varian Delta (B.1.617.2) terus menjadi varian dominan yang naik dengan cepat. Varian Delta menjadi salah satu malapetaka bahkan penyebab atas gelombang kedua yang dihadapi India.
Varian Mana Yang Lebih Cepat Menyebar?
Virus Varian Delta memang sebagian besar bertanggung jawab atas penyebaran yang cukup mematikan di gelombang kedua ini. Kenaikan kasus juga cepat dikarenakan proses penularannya yang tinggi.
Namun, meskipun pengamatan klinis menunjukkan ancaman penularan yang lebih tinggi, varian Delta Plus masih berada di posisi rendah dan hanya ditemukan menyebar pada tingkat yang jauh lebih rendah dari yang diperkirakan.
Terdapat tiga negara bagian yang bertanggung jawab atas sebagian besar kasus varian baru yaitu Maharashtra, Kerala, dan Madhya Pradesh.
Saat ini, varian Delta masih menjadi dominan karena virusnya yang sangat aktif, dan ahli juga mengungkapkan, dengan gejala parah dapat menjadi ancaman yang mungkin akan dihadapi. Dan untuk varian Delta Plus, ahli menjelaskan, meskipun kemampuan untuk menyebar mungkin parah dan cepat, tapi untuk saat ini tidak meningkat begitu cepat.
Gejala-Gejala
Varian Delta memungkinkan memiliki gejala yang melibatkan paru-paru seperti kesulitan pernapasan, atau keluhan terhadap Gastrointestinal.
Sedangkan pada varian Delta Plus, yang dikatakan mengusung dari varian Delta dan varian Beta. Beberapa penelitian menunjukkan varian Delta Plus dapat mudah melawan pertahanan kekebalan dan terikat kuat pada reseptor sel paru-paru.
Kemungkinan gejala yang dialami pasien yang terinfeksi varian Delta Plus:
- Sesak napas (kesulitan dalam pernapasan)
- Demam berkepanjangan dan batuk terus menerus
- Gejala gastrointestinal
- Ruam kulit dan alergi
- Mata kering dan berair
- Hilang nafsu makan dan mual.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Warga Pracimantoro ajukan 13 tuntutan, desak revisi RTRW Wonogiri dan tolak pabrik semen demi kelestarian karst.
YPI RUS Kudus siapkan SMP Internasional berbasis Cambridge, bilingual, dan vokasi untuk cetak generasi unggul berdaya saing global.
Pemda DIY siapkan Raperda Perfilman untuk bangun ekosistem film berbasis budaya sekaligus dorong industri kreatif lokal.
Pemerintah resmi mewajibkan registrasi SIM dengan biometrik wajah mulai 2026 untuk meningkatkan keamanan dan mencegah kejahatan digital.
Sebanyak 35 anak Gunungkidul lolos Sekolah Rakyat 2026. Namun data final masih menunggu SK Gubernur DIY Sri Sultan HB X.
Penggunaan BBM B50 aman untuk kendaraan diesel, namun pakar ITB mengingatkan beberapa komponen penting tetap harus rutin dicek.