Advertisement

Diminta Berhenti oleh UNESCO, PHRI Tegaskan Proyek Destinasi Labuan Bajo Jalan Terus

Rahmad Fauzan
Sabtu, 07 Agustus 2021 - 10:57 WIB
Budi Cahyana
Diminta Berhenti oleh UNESCO, PHRI Tegaskan Proyek Destinasi Labuan Bajo Jalan Terus Nelayan melintas saat matahari tenggelam di perairan Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Jumat (12/10/2018). - ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA - Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) optimistis pembangunan infrastruktur di Labuan Bajo dan sekitarnya tetap berlanjut meskipun UNESCO meminta pemerintah Indonesia menghentikan proyek tersebut.

Ketua Badan Pengurus Daerah PHRI Nusa Tenggara Timur (NTT) Juvenile Jodjana menilai pemerintah telah sudah melakukan riset yang baik dalam melaksanakan proyek pembangunan infrastruktur di Labuan Bajo dan sekitarnya sehingga evaluasi amdal di UNESCO tidak akan menjadi masalah.

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

"Saya cukup optimistis. Pemerintah sudah melakukan riset. Labuan Bajo juga diharapkan menjadi destinasi ecotourism sehingga aspek-aspek yang mempertahankan local culture pasti sudah dipikirkan," ujar Juvenile, Jumat (6/8/2021).

Terkait dengan hal itu, dia mengatakan pembangunan infrastruktur di kawasan tersebut akan memberikan efek yang signifikan terhadap industri hotel dan restoran nantinya. Sebab, sambungnya, baik pembangunan jalan ataupun perbaikan fasilitas umum lainnya akan merangsang turis untuk datang.

Dia menambahkan beberapa investor tetap melanjutkan penanaman modal dalam proses pembangunan hotel di kawasan Labuan Bajo. Hal tersebut, kata Juvenile, diambil oleh para investor sebagai bagian dari persiapan menyambut masa recovery di sektor pariwisata.

Kendati demikian, tambah Juvenile, investor yang tetap melanjutkan investasinya di kawasan tersebut berasal dari dalam negeri. Sementara itu, investor asing yang memiliki rencana untuk membangun perhotelan saat ini masih dalam posisi wait and see.

"Beberapa investor masih tetap berjalan. Kebanyakan investor lokal. Untuk investor asing saat ini masih wait and see karena pandemi Covid-19," jelasnya.

Terkait dengan investasi di sektor perhotelan yang masuk ke dalam kerangka pembangunan infrastruktur destinasi wisata premium Labuan Bajo, Juvenile mengatakan mayoritas berasal dari investor swasta.

Advertisement

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : JIBI/Bisnis.com

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Piala Dunia 2022

Advertisement

alt

Sering Dilalui Kendaraan Proyek, Jalan di Gunungkidul Ini Rusak Parah

Gunungkidul
| Kamis, 01 Desember 2022, 13:47 WIB

Advertisement

alt

Ketep Summit Festival 2022 Siap Obati Kerinduan Pencinta Seni dan Wisata

Wisata
| Kamis, 01 Desember 2022, 12:57 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement