337 Korban Tewas dalam Kerusuhan Politik di Afrika Selatan

John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri Jum'at, 23 Juli 2021 10:07 WIB
337 Korban Tewas dalam Kerusuhan Politik di Afrika Selatan

Presiden Afsel Jacob Zuma/Reuters-Thomas Mukoya

Harianjogja.com, JAKARTA--Kerusuhan di Afrika Selatan telah banyak merenggut korban jiwa. Setidaknya 337 nyawa melayang.

“Polisi Afrika Selatan telah merevisi jumlah total kematian di Gauteng [provinsi] menjadi 79 dan KwaZulu-Natal menjadi 258 terkait dengan kerusuhan tersebut,” kata Khumbudzo Ntshavheni, seorang menteri kabinet seperti dikutip Aljazeera.com, Jumat (23/7/2021).

Dia menambahkan bahwa beberapa kematian terbaru adalah orang-orang yang meninggal karena luka-luka yang diderita selama kerusuhan.

Penjarahan dan pembakaran pusat perbelanjaan  yang meluas terjadi awal bulan ini, sehari setelah mantan Presiden Jacob Zuma mulai menjalani hukuman penjara 15 bulan karena mengabaikan penyelidikan korupsi.

Kekerasan meningkat menjadi kerusuhan terburuk sejak akhir politik apartheid sehingga mendorong Presiden Cyril Ramaphosa untuk melabelinya sebagai upaya "pemberontakan".

BACA JUGA

Kekerasan menyebar melalui provinsi asal Zuma, KwaZulu-Natal dan Gauteng, dua provinsi terpadat yang menyumbang setengah dari output ekonomi Afrika Selatan.

Zuma pada hari Kamis diizinkan untuk sementara meninggalkan penjara di kota tenggara Estcourt untuk menghadiri pemakaman saudaranya Michael. Saudaranya itu meninggal karena sakit beberapa hari setelah mantan presiden tersebut dipenjara.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : bisnis.com

Share

Bernadheta Dian Saraswati
Bernadheta Dian Saraswati Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online