Nahkoda Hilang Setelah Speedboat Terbelah di Teluk Tomini
Nahkoda speedboat yang tenggelam di Teluk Tomini masih dicari. Sebanyak 12 korban lain ditemukan selamat setelah bertahan di atas rakit.
Presiden Ameriksa Serikat (AS), Donald Trump. /Reuters-Jonathan Ernst
Harianjogja.com, JAKARTA—Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengancam akan memutus hubungan dagang dengan Spanyol setelah Washington tidak diizinkan menggunakan pangkalan militer Spanyol untuk menyerang Iran.
"Kami akan memutus seluruh perdagangan dengan Spanyol. Kami tak ingin berurusan lagi dengan Spanyol," kata Trump kepada wartawan di Ruang Oval Gedung Putih saat menerima Kanselir Jerman, Friedrich Merz, Selasa (3/3/2026).
Pernyataan itu muncul setelah pemerintah Spanyol menegaskan bahwa pangkalan militer di bawah kedaulatannya tidak dapat digunakan untuk kepentingan di luar perjanjian bilateral maupun yang bertentangan dengan hukum internasional.
Spanyol Tegaskan Kedaulatan Pangkalan Militer
Menteri Luar Negeri Spanyol, Jose Manuel Albares, menegaskan negaranya memiliki kewenangan penuh atas fasilitas militer tersebut.
"Pangkalan di bawah kedaulatan Spanyol tak akan digunakan untuk hal di luar perjanjian dengan Amerika Serikat atau yang tidak sesuai dengan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa," kata Albares dalam wawancara dengan El Diario.
Ia menambahkan, meskipun pangkalan digunakan bersama, Spanyol tetap memegang otoritas tertinggi. Albares juga membantah bahwa AS telah memberi pemberitahuan sebelumnya terkait rencana serangan, dan menyebut langkah tersebut sebagai "tindakan sepihak di luar kerangka aksi kolektif."
Trump Kritik Inggris Soal Diego Garcia
Selain Spanyol, Trump juga menyoroti sikap Inggris yang mengalihkan kedaulatan Kepulauan Chagos kepada Mauritius dengan imbalan hak sewa selama 99 tahun untuk mengoperasikan pangkalan militer gabungan AS-Inggris di Diego Garcia.
Pangkalan di pulau terbesar Kepulauan Chagos itu selama ini berperan penting dalam mendukung operasi militer AS di Timur Tengah.
Meski tidak menyebut Diego Garcia secara langsung, Trump menilai Inggris bersikap "sangat tidak kooperatif" saat AS menyerang Iran dan menyebut posisi London sebagai hal yang "mengejutkan."
"Mereka merusak hubungan. Memalukan sekali," katanya.
Ia juga menyebut AS membutuhkan waktu tiga hingga empat hari untuk memastikan lokasi pendaratan di Diego Garcia.
"Akan lebih mudah jika kami bisa mendarat di sana dibanding harus terbang lagi selama beberapa jam. Jadi, kami sangat terkejut. Yang kami hadapi saat ini bukan Winston Churchill," kata Trump, membandingkan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer dengan pemimpin Inggris era Perang Dunia II.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Nahkoda speedboat yang tenggelam di Teluk Tomini masih dicari. Sebanyak 12 korban lain ditemukan selamat setelah bertahan di atas rakit.
CORE Indonesia menyebut masih ada 1 juta ton molase yang berpotensi mendukung bioetanol. Pemerintah menargetkan penerapan E10 mulai 2027.
Pilur Gunungkidul 2026 dipastikan tanpa perpanjangan pendaftaran. Sebanyak 99 bakal calon lurah mendaftar di 31 kalurahan.
Mendikdasmen Abdul Mu'ti dan Menteri Pendidikan Singapura Desmond Lee memperkuat kerja sama pendidikan, AI, pembaruan MoU, dan akses belajar.
Korlantas Polri menegaskan informasi aturan baru denda ban gundul Rp250.000 adalah hoaks. Sanksi tersebut sudah diatur dalam UU LLAJ.
Febri Diansyah mengungkap alasan menerima penunjukan sebagai kuasa hukum eks Jampidsus Febrie Adriansyah dan menegaskan fokus pada pembelaan hukum klien.