Advertisement
Jepang Naikkan Peringatan Perjalanan ke Iran di Tengah Kerusuhan
Ilustrasi rudal Iran./ Frepik
Advertisement
Harianjogja.com, TOKYO—Pemerintah Jepang menaikkan peringatan perjalanan ke Iran dan mengimbau warganya menunda seluruh kunjungan ke negara itu menyusul meningkatnya korban tewas dan laporan penindakan terhadap protes anti-pemerintah.
Kebijakan peringatan perjalanan Jepang ke Iran tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri Jepang Toshimitsu Motegi di Tokyo, Minggu (12/1/2026), setelah pemerintah menerima laporan eskalasi situasi keamanan di negara Timur Tengah itu.
Motegi menjelaskan bahwa lonjakan jumlah korban jiwa di Iran serta laporan penindakan aparat terhadap aksi protes menjadi dasar utama peningkatan status perjalanan tersebut.
"Situasi komunikasi sangat buruk," kata Motegi kepada wartawan pada Minggu saat mengunjungi Israel. Pernyataan itu tampaknya merujuk pada pemadaman telekomunikasi yang berdampak di negara tersebut.
Ia menegaskan pemerintah Jepang akan mengerahkan seluruh upaya untuk melindungi warga negaranya yang berada di luar negeri.
Langkah terbaru ini menempatkan sebagian besar wilayah Iran, termasuk Teheran, pada Level 3 dalam skala peringatan pemerintah Jepang, yang merekomendasikan agar masyarakat "menghindari semua perjalanan" ke wilayah tersebut.
Sejumlah kawasan perbatasan yang sebelumnya telah ditetapkan pada Level 4—peringkat paling parah yang mendesak warga untuk segera mengungsi—tidak mengalami perubahan status.
Kekhawatiran internasional terhadap kondisi keamanan di Iran terus meningkat. Para aktivis hak asasi manusia melaporkan sekitar 500 orang tewas dalam gelombang protes yang menyebar ke berbagai wilayah sejak akhir Desember, yang dipicu oleh keluhan ekonomi.
Pihak berwenang Iran memutus akses internet pada Kamis, sehingga masyarakat dan komunitas internasional kesulitan memahami situasi secara menyeluruh.
Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan kepada wartawan pada Minggu bahwa militer tengah mempertimbangkan "opsi yang sangat keras" terhadap Iran. Ia menyebutkan bahwa "tampaknya ada beberapa orang yang terbunuh padahal seharusnya tidak terbunuh."
Peningkatan peringatan perjalanan Jepang ke Iran ini menegaskan kekhawatiran global atas stabilitas kawasan dan menjadi sinyal kuat bagi warga Jepang untuk menghindari seluruh aktivitas perjalanan ke negara tersebut hingga situasi membaik.
Advertisement
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Deadline LHKPN 31 Maret: 96.000 Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Panic Buying di Jepang, Tisu Toilet Ludes Dipicu Konflik Timur Tengah
- Imbas Kasus Aktivis KontraS, Kabais TNI Serahkan Jabatan
- Krisis Pupuk Global Mengintai, Petani Indonesia Terancam
- Respons Yaqut Cholil Qoumas Seusai Diperiksa KPK Hari Ini
Advertisement
Malioboro Membeludak, Wisatawan Dialihkan ke Kotagede dan Kotabaru
Advertisement
Bioskop Nyaman Rp5 Ribu di Museum Sonobudoyo Masih Sepi Peminat
Advertisement
Berita Populer
- Performa Motor Tetap Terjaga Ini Cara Honda Edukasi Pengendara
- Duel Remaja di Pakualaman Jogja Terbongkar, Dua Pelajar Luka Parah
- Sering Dianggap Wajar Kebiasaan Ini Diam-Diam Menguras Energi
- Pemeriksaan Yaqut Berlanjut Setelah Kembali ke Rutan KPK
- WFH Nasional Mulai Dibahas, Ini Kata Kemendagri
- Puluhan Telur Piton Ditemukan di Selokan Permukiman Warga Gunungkidul
- Krisis Energi, Purbaya: APBN Belum Diubah, Masih Aman
Advertisement
Advertisement





