Advertisement
Menkes Sebut Nyaris Seluruh Rumah Sakit di Jawa dan Bali Terisi Penuh
Rumah Sakit Umum Daerah Rasidin Padang merupakan salah satu rumah sakit tempat perawatan pasien Covid-19 di Sumatera Barat. - ANTARA
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Pemerintah menargetkan konversi tempat tidur rumah sakit bisa mencapai 40% sebagai upaya mitigasi kenaikan angka infeksi Covid-19 di Indonesia.
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan selaku Koordinator PPKM Darurat Jawa-Bali, dalam Rapat Koordinasi Peningkatan Kapasitas Rumah Sakit secara virtual, Kamis (8/7/2021), mengungkapkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, dan BNPB akan bekerja sama untuk mengatasi isu kekurangan kapasitas rumah sakit (RS) di seluruh provinsi dengan meningkatkan kapasitas.
Advertisement
"Teman-teman dari Polri dan Kodam juga akan memantau kegiatan masyarakat untuk memperlambat laju kenaikan kasus," katanya dalam keterangan tertulis.
Luhut mengungkapkan, kasus positif Covid-19 di Indonesia terus meningkat. Namun, pemerintah mengharapkan tren penurunan kasus bisa terjadi pada 15-17 Juli 2021 seiring dengan implementasi PPKM Darurat.
"Hingga hari ini, angka dari kasus positif Covid-19 masih terus naik, tapi kita harapkan di tanggal 15-17 Juli akan mulai terjadi penurunan. Kita juga masih berpacu dengan kecepatan mutasi dari varian Delta ini," katanya.
Sementara itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan, pemerintah telah menargetkan sebanyak 40 persen konversi tempat tidur untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19.
"Saat ini jumlah tempat tidur nasional adalah 406.253 ribu, tempat tidur untuk pasien Covid-19 adalah 111.890 atau sebanyak 28 persen. Pemerintah telah menargetkan sebanyak 40 persen konversi tempat tidur isolasi. Dengan target konversi 40 persen, masih terdapat potensi secara 54.317 isolasi dan 1.459 secara intensif," katanya.
Budi menuturkan, hampir seluruh rumah sakit di Jawa dan Bali penuh terisi. Oleh karena itu, penambahan kapasitas ICU dan ruang isolasi, termasuk konversi tempat tidur, penambahan alat, dan tenaga kesehatan mendesak untuk dilakukan.
Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono, dalam kesempatan yang sama, mengungkapkan pihaknya akan mendayagunakan sumber daya tenaga kesehatan untuk membantu tenaga kesehatan yang tengah berjuang di lapangan.
"Kami akan mendayagunakan dokter internship sebanyak 5.418 orang, dokter pasca-internship sebanyak 4.454 orang, serta perawat fresh graduate sebagai relawan Covid-19 sebanyak kurang lebih 100.000 orang, yang akan terjun membantu para nakes di lapangan," kata Dante.
Adapun Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menuturkan, saat ini konversi RSUD di Jakarta sudah mencapai 89 persen, dari segi okupansi pasien sudah memenuhi lorong.
"Bagaimanapun saat ini kasusnya ada 100.000 lebih, jadi kita harus antisipasi untuk beberapa hari ke depan mungkin bisa sampai angka 120-an ribu. Kami sudah mendata, saat ini kebutuhan tempat tidur isolasi untuk ditambah adalah 16.648, serta untuk ICU butuh tambahan 3.622," kata Anies Baswedan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- KemenPPPA Soroti Trauma Korban Penjambretan di Sleman
- Ketua KPK Ungkap Pola Baru OTT, Aliran Dana Kini Disamarkan
- Kalah di Pemilu Paruh Waktu 2026 Bisa Bikin Donald Trump Dimakzulkan
- Pesawat Smart Air Jatuh di Nabire, Diduga Gagal Lepas Landas
- Dugaan Tak Profesional, Tim SIRI Kejagung Periksa Sejumlah Kajari
Advertisement
Misteri Kematian Mantan Pengurus Pordasi di Gumuk Pasir Bantul
Advertisement
Wisata ke Meksiko Dilarang Bawa Vape, Turis Terancam Penjara 8 Tahun
Advertisement
Berita Populer
- Isu Tunjangan Guru Madrasah Ditunda, Kemenag Bantul Tunggu Surat Resmi
- Istana Tunggu Proses BI Rampung Sebelum Bahas Reshuffle Kabinet
- Bahlil Tambah Peran, Kini Nahkodai Harian Dewan Energi Nasional
- Ketua KPK Ungkap Pola Baru OTT, Aliran Dana Kini Disamarkan
- Driver Ojol Dihajar Setelah Tegur Motor Bising di Banguntapan Bantul
- Kompetisi Renang Anak Digelar di Swiss-Belhotel Airport YIA
- Kamera Trap BKSDA Tak Temukan Macan di Semanu Gunungkidul
Advertisement
Advertisement



