Begini Cara Melindungi Anak-anak Dari Ancaman Covid-19

Ilustrasi./Antara - Reuters/Kham
02 Juli 2021 07:57 WIB MG Noviarizal Fernandez News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Berdasarkan data Satuan Tugas Covid-19 hingga 30 Juni 2021 dari total kasus yang terkonfirmasi positif, sebanyak 12,6 persen di antaranya adalah anak-anak. Berarti 1 dari 8 Pasien Covid-19 di Indonesia adalah anak-anak. Oleh karena itu, masyarakat, khususnya orang tua harus memberikan perlindungan maksimal.

Setidaknya agar terhindar dari paparan Covid-19, perlu diterapkan 5 M (memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menghindari kerumunan, membatasi mobilitas) dan melakukan 3T (testing, tracing dan treatment), edukasi terkait protokol kesehatan, dan vaksinasi Covid-19 pada anak.

“Anak semakin rentan terpapar Covid-19. Kerentanan ini disebabkan karena tertular dari keluarga yang terpapar, tertular dari lingkungan sosial bermain/interaksi anak, lingkungan sosial tempat tinggal anak, lokasi kerumunan saat anak dibawa oleh keluarganya atau saat ia beraktivitas, dan keterbatasan pengetahuan dan kepatuhan anak pada protokol kesehatan.  Pantang bagi kita, terutama para orangtua menyepelekan bahaya Covid-19 pada anak,” ujar Deputi Perlindungan Khusus Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), Nahar pada Webinar Perlindungan Anak dari Covid-19, Kamis (1/7/2021).

Senada dengan Nahar, Tim Pakar Satgas Penanganan Covid-19,  Bambang Supriyatno mengatakan anak bisa tertular dan menularkan Covid-19. Oleh karenanya, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk melindungi anak dari Covid-19, termasuk anjuran untuk melakukan vaksinasi Covid-19 pada anak.

“Ingat, jangan sekali-sekali berpikir bahwa anak tidak bisa tertular dan menularkan Covid-19. Kita harus mengedukasi anak untuk menerapkan 5 M dan melakukan 3T agar anak terhindar dari paparan Covid-19. Selain itu, jangan ragu untuk melakukan vaksinasi Covid-19 pada anak. Vaksinasi memang tidak mencegah anak agar tidak tertular Covid-19. Namun, ketika anak terkonfirmasi positif Covid-19, dapat mengurangi gejala berat Covid-19 pada anak, atau bahkan menjadi kategori orang tanpa gejala,” terangnya. 

Pada kesempatan yang sama, Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI),  Yogi Prawira juga menekankan bahwa anak bisa tertular dan menularkan Covid-19. Bahkan, berdasarkan data WHO kematian anak akibat Covid-19 di Indonesia tertinggi se-Asia Pasifik.

“Anak tidak kebal, anak bisa tertular dan menularkan Covid-19. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa konsentrasi virus di saluran pernapasan anak lebih tinggi dibandingkan orang dewasa, dan penularan virus pada anak lebih efektif, sehingga anak berpotensi menjadi sumber penularan virus bagi keluarga di rumah. Kluster keluarga pun semakin tinggi. Hal ini berarti transmisi Covid-19 sudah masuk ke satuan unit terkecil dalam masyarakat, termasuk pada anak. Ini diperburuk dengan masih adanya warga yang bergejala enggan melakukan swab test, termasuk pada anak-anaknya,” pungkasnya.

Dalam kesempatan tersebut, dr. Yogi juga mengingatkan bahwa rumah adalah tempat anak belajar terkait protokol kesehatan secara benar dan disiplin. Selama di rumah, orangtua harus terus memberi contoh dalam penerapan protokol kesehatan. Selain itu, dr. Yogi juga memberikan tips terkait langkah-langkah yang dilakukan ketika anak terkonfirmasi positif Covid-19.

“Pertama lakukan konsultasi ke dokter. Kedua, jangan panik. Tunjukan dukungan dan tenangkan anak. Berikan penjelasan bagi mereka mengapa mereka harus diisolasi. Kedua, pilihlah risiko yang paling rendah ketika ingin memutuskan siapa yang akan mengasuh anak. Ketiga, terkait protokol kesehatan di rumah dapat dilakukan dengan memodifikasi ruangan untuk memisahkan zona pasien dengan zona bersih di rumah. Keempat, terus lakukan pemantauan. Pantau aktivitas dan asupan makan anak, saturasi oksigen, suhu, tanda dehidrasi, dan laju napas anak,” terang dr. Yogi.

Sumber : JIBI/Bisnis.com