Beras Fortifikasi Bermasalah, Bapanas Siapkan Penertiban Besar
Temuan beras fortifikasi tak sesuai standar mendorong Bapanas memperluas pengawasan terhadap 40 merek di 11 provinsi.
Virus Corona mengalami mutasi beberapa kali./Istimewa
Harianjogja.com, JAKARTA – Mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengklaim Vaksin Nusantara yang menggunakan metode sel dendritik, bisa mengatasi kekhawatiran kekebalan tubuh karena munculnya varian mutasi Virus Corona yang baru.
Terawan menjelaskan perbedaan Vaksin Covid-19 konvensional dengan Vaksin Nusantara.
Vaksin Nusantara menggunakan antigen rekombinan SARS CoV-2. Seperti diketahui, vaksin konvensional antara lain menggunakan Virus Corona yang sudah tidak aktif.
“Jadi ini lebih tahan, bisa sesuai kapan saja, mau mutasi kayak apa bisa kita sesuaikan,” kata Terawan, mengutip konferensi virtual pada Selasa (25/5/2021), yang diunggah di kanal Youtube Josie Cynthia, Rabu (26/5/2021).
Dia juga memastikan Vaksin Nusantara aman, meskipun proses pembuatan imun dilakukan di luar tubuh manusia.
“Bedanya dengan vaksin konvensional adalah karena berbasis sel dendritik, dan ini intervensi di luar tubuh manusia. Itu safety, karena kita sudah lama berkecimpung dalam pembuatan dendritik vaksin. Kita sudah mengembangkan jauh-jauh hari untuk penanganan kanker,” tambahnya.
Adapun, untuk penerima vaksin konvensional, Terawan menegaskan tetap bisa menggunakan Vaksin Nusantara, apalagi karena ketahanannya yang mencapai puluhan tahun.
“Ini saya mengutip literatur yang ada, bahwa pengaruh dari vaksin dendritik akan bertahan berpuluh tahun, dan akan awet dalam jangka panjang. Jadi harapannya tak perlu lagi ada perdebatan vaksinnya akan seperti apa. Pasalnya, metode dendritik sudah dikembangkan di RSPAD Gatot Soebroto sejak 2015, untuk penanganan kanker,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Temuan beras fortifikasi tak sesuai standar mendorong Bapanas memperluas pengawasan terhadap 40 merek di 11 provinsi.
Influenza A belum ditemukan di Bantul hingga 1 Oktober. Dinkes mengingatkan warga memperkuat PHBS dan menjaga daya tahan tubuh.
Arie Sujito menilai reshuffle kabinet Prabowo harus menjawab problem dan harapan publik, bukan justru memunculkan teka-teki baru.
DPRD Kulonprogo menyoroti kendaraan ODOL dan aktivitas pertambangan yang dinilai berdampak pada kerusakan serta usia pakai jalan.
Gebyar Inovasi Lumbung Mataraman digelar dua hari di Kulonprogo, mempertemukan 25 stan dan stakeholder pertanian DIY.
Pengajuan pengunduran diri Dukuh Krapyak Wetan, Bantul, belum memenuhi syarat. Pemkab menyebut hasil klarifikasi tak menemukan unsur tuduhan.