Advertisement
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Jenazah di TPU Tegal Alur
Foto ilustrasi penemuan mayat - jenazah. / Foto dibuat menggunakan Artificial Intelligence ChatGPT
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA — Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Barat masih mendalami kasus dugaan pemalsuan jenazah yang terjadi di Taman Pemakaman Umum (TPU) Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat. Fokus penyelidikan saat ini diarahkan pada pemeriksaan administratif serta penelusuran berbagai dokumen terkait.
Kepala Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Arfan Sipayung, mengatakan pihaknya tengah melakukan pendalaman menyeluruh atas laporan tersebut.
Advertisement
“Saat ini kami masih melakukan pemeriksaan administratif dan pendalaman dokumen,” ujar Arfan, Jumat (30/1/2026).
Selain menelusuri berkas-berkas, polisi juga telah memanggil sejumlah saksi untuk dimintai keterangan. Namun, Arfan belum merinci identitas maupun asal instansi para saksi tersebut.
BACA JUGA
“Kami sudah memanggil beberapa saksi. Dalam waktu dekat akan kami sampaikan perkembangan kasusnya,” katanya.
Kasus dugaan pemalsuan jasad ini sebelumnya ditangani Polda Metro Jaya sebelum akhirnya dilimpahkan ke Polres Metro Jakarta Barat untuk penyelidikan lebih lanjut.
“Benar, ada pelimpahan perkara dari Polda Metro Jaya ke Polres Metro Jakarta Barat terkait dugaan pemalsuan jenazah,” jelas Arfan.
Ia menegaskan penyidik akan mengusut tuntas laporan tersebut, termasuk memverifikasi seluruh dokumen kematian yang menjadi dasar pemakaman di TPU Tegal Alur.
Kasus ini mencuat setelah seorang warga bernama Imelda (51) melaporkan adanya kejanggalan terkait jasad yang diklaim sebagai ayahnya, Rudy Watak. Imelda mengungkapkan bahwa ayahnya sempat dinyatakan meninggal dunia oleh sebuah panti sosial di kawasan Cipayung, Jakarta Timur, dan dimakamkan di TPU Tegal Alur pada Mei 2022.
“Saat saya mencari ayah saya yang hilang selama dua tahun, saya justru menemukan surat kematian dari panti sosial dan informasi bahwa beliau sudah dimakamkan,” ujar Imelda.
Berdasarkan tujuh dokumen kematian resmi yang dikeluarkan panti sosial milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tersebut, Imelda sempat meyakini jasad yang dimakamkan adalah ayahnya.
Ia bahkan mengaku sempat berziarah dan menangis di makam tersebut selama beberapa hari.
Namun, rasa curiga muncul setelah menemukan sejumlah kejanggalan dalam dokumen kematian itu. Imelda kemudian memutuskan untuk membongkar makam guna memastikan identitas jasad yang dikuburkan.
Pembongkaran makam dilakukan pada 9 Oktober 2025 dengan melibatkan tim dokter forensik Rumah Sakit Polri Kramat Jati. Selanjutnya dilakukan tes DNA oleh Labdokkes Cipinang.
“Hasil identifikasi menunjukkan DNA saya tidak identik dengan kerangka tulang tersebut,” ungkap Imelda.
Sebagai pembanding, tes DNA juga melibatkan adik kandung ayahnya. Hasilnya tetap menunjukkan ketidaksesuaian.
“Baik DNA saya maupun adik kandung Papa saya tidak cocok dengan DNA kerangka tulang itu,” tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Deadline LHKPN 31 Maret: 96.000 Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Panic Buying di Jepang, Tisu Toilet Ludes Dipicu Konflik Timur Tengah
- Imbas Kasus Aktivis KontraS, Kabais TNI Serahkan Jabatan
- Krisis Pupuk Global Mengintai, Petani Indonesia Terancam
- Respons Yaqut Cholil Qoumas Seusai Diperiksa KPK Hari Ini
Advertisement
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- Belajar Daring untuk Hemat Energi, Kualitas Pendidikan Dipertanyakan
- MBG Disorot Akademisi UGM, Muncul Usulan Pangkas Jumlah Penerima
- Anak Balita Tiba-Tiba Menolak Makan, Ini Penyebabnya
- Mobil Dinas Dipakai Mudik, Tunjangan ASN Temanggung Langsung Dipangkas
- Kementerian Pertahanan Pastikan Pemberlakuan WFH Karyawan
- Rabu Tak Lagi ke Kantor, ASN di Jatim Mulai WFH Rutin
- Performa Motor Tetap Terjaga Ini Cara Honda Edukasi Pengendara
Advertisement
Advertisement








