Balas Serangan, Israel Gempur Lebanon

Kendaraan yang terbakar terlihat di dekat desa Ghajar, di perbatasan Israel-Lebanon, Rabu (12/5/2021). Serangan rudal Hisbullah melukai empat tentara Israel Rabu (12/5/2021) kemarin, serangan terbesar terhadap pasukan Israel oleh kelompok gerilyawan Lebanon sejak perang 34 hari di tahun 2006. Israel menembakkan setidaknya 22 peluru artileri ke daerah pertanian di Lebanon selatan setelah serangan tersebut. - Antara/Reuters
18 Mei 2021 17:37 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Israel melancarkan serangan artileri balasan ke Lebanon setelah enam proyektil ditembakkan dari Lebanon ke arah Israel utara pada Senin (17/5/2021). 

Militer Israel mengatakan, serangannya itu ditujukan ke lokasi-lokasi peluncuran proyektil di Lebanon.

Seorang sumber di bidang keamanan Lebanon mengatakan, peluru terdengar ditembakkan dari Lebanon selatan dan upaya sedang dilakukan untuk mengetahui lokasi tersebut.

Sumber itu menyebut, ada sekitar 22 peluru yang ditembakkan artileri Israel ke wilayah Lebanon.

Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (UNIFIL) mengatakan pihaknya telah mendeteksi tembakan roket dari sekitar Rashaya Al Foukhar di Lebanon selatan.

"Kepala UNIFIL segera melakukan kontak dengan mitra-mitra mereka di militer Lebanon serta komando IDF untuk mendesak para pihak agar benar-benar menahan diri untuk mencegah peningkatan ketegangan. IDF sekarang telah menghentikan tembakan," tulis misi tersebut di Twitter.

"Situasi di wilayah itu sekarang tenang."

IDF adalah angkatan bersenjata Israel. Tidak ada laporan tentang korban atau kerusakan.

Serangan artileri itu juga tampaknya tidak menandakan ada medan baru dalam pertempuran Israel dengan kelompok milisi di Jalur Gaza.

Serangan dari Lebanon menyebabkan sirene serangan udara Israel meraung-raung di dekat kibbutz (kompleks permukiman warga Israel) Misgav Am, di sepanjang perbatasan utara Israel dengan Lebanon.

Insiden itu merupakan serangan lintas batas kedua yang terjadi dalam sepekan terakhir ini.

Pada Kamis (13/5/2021), tiga roket diluncurkan dari Lebanon menuju Israel utara namun mendarat di Laut Mediterania. Serangan itu tidak menyebabkan kerusakan atau korban jiwa.

Israel berperang pada 2006 melawan gerilyawan Hizbullah, yang memiliki pengaruh di Lebanon selatan serta akses untuk mendapatkan roket canggih. Sejak itu, perbatasan tersebut lebih tenang.

Kelompok-kelompok kecil Palestina di Lebanon pada masa lali kerap menembaki Israel secara sporadis.

 

 

 

Sumber : Antara