Advertisement
Gelombang Protes Iran Tewaskan 20 Orang, 1.000 Ditangkap
Bendera Iran.
Advertisement
Harianjogja.com, TEHERAN—Gelombang protes di Iran memasuki hari kedelapan, menewaskan 20 orang dan menangkap hampir 1.000 demonstran, menurut laporan Kantor Berita Aktivis HAM (HRANA). Aksi massa tersebar di 78 kota dan 26 provinsi.
Demonstrasi meliputi unjuk rasa di jalanan, pemogokan buruh, dan aksi mahasiswa di 17 universitas. HRANA menyebut jumlah penangkapan kemungkinan lebih tinggi dari 990 yang dikonfirmasi.
Advertisement
Korban tewas terdiri dari mahasiswa, buruh, dan warga sipil usia 16–45 tahun, termasuk seorang aparat keamanan. Sedikitnya 51 orang terluka akibat tembakan peluru karet dan plastik.
Aksi massa mencakup unjuk rasa di jalanan, pemogokan buruh, serta aksi yang dipimpin oleh mahasiswa universitas dengan sedikitnya 990 orang telah ditangkap sejak awal protes, meskipun HRANA menyebut jumlah sebenarnya kemungkinan lebih tinggi.
BACA JUGA
HRANA juga mencatat sebanyak 17 universitas terlibat dalam gelombang protes ini, yang terus berlanjut meskipun aparat keamanan meningkatkan pengerahan pasukan dan melakukan berbagai upaya untuk membubarkan massa.
Sedikitnya 20 orang tewas selama kerusuhan berlangsung, termasuk seorang anggota aparat keamanan dan penegak hukum, menurut laporan tersebut.
Selain itu, setidaknya 51 orang lainnya terluka yang sebagian besar diakibatkan oleh tembakan peluru karet dan butiran peluru plastik yang dilepaskan oleh aparat keamanan. Korban tewas terdiri dari mahasiswa, buruh, dan warga sipil, dengan rentang usia antara 16 hingga 45 tahun.
HRANA juga mengonfirmasi bahwa seorang pengacara bernama Nasser Rezaei Ahangarany dipukuli oleh aparat keamanan saat protes di Khorramabad pada 3 Januari. Secara terpisah, kantor berita Kurdpa melaporkan sedikitnya 30 orang terluka dalam demonstrasi di Malekshahi.
Lebih lanjut, HRANA menuturkan bahwa penangkapan yang telah dikonfirmasi terjadi di berbagai kota dan melibatkan baik individu maupun kelompok.
Penangkapan massal dilaporkan terjadi di kota-kota seperti Yazd, Isfahan, Kermanshah, Shiraz, dan Behbahan, dengan banyak dari mereka dilaporkan dipindahkan ke penjara-penjara setempat.
Beberapa penangkapan dikaitkan dengan aktivitas di media sosial, sementara lainnya terjadi selama bentrokan di jalanan. Protes dipicu oleh inflasi tinggi, menurunnya daya beli, ketidakstabilan pasar, dan ketidakamanan pekerjaan. Demonstran menuntut kebebasan sipil dan kritik terhadap tata kelola pemerintahan, berlangsung di kota besar maupun kecil.
Adapun gelombang protes di Iran dipicu oleh lonjakan inflasi, menurunnya daya beli masyarakat, ketidakstabilan pasar, serta meluasnya ketidakamanan pekerjaan.
HRANA mencatat bahwa banyak slogan demonstran berfokus pada kesulitan ekonomi, kritik terhadap tata kelola pemerintahan, dan tuntutan kebebasan sipil, bukan pada satu isu tunggal.
Protes tidak terbatas pada pusat-pusat kota besar di Iran, melainkan juga diikuti oleh kota-kota kecil serta beragam lapisan masyarakat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Deadline LHKPN 31 Maret: 96.000 Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Panic Buying di Jepang, Tisu Toilet Ludes Dipicu Konflik Timur Tengah
- Imbas Kasus Aktivis KontraS, Kabais TNI Serahkan Jabatan
- Krisis Pupuk Global Mengintai, Petani Indonesia Terancam
- Respons Yaqut Cholil Qoumas Seusai Diperiksa KPK Hari Ini
Advertisement
Malioboro Membeludak, Wisatawan Dialihkan ke Kotagede dan Kotabaru
Advertisement
Bioskop Nyaman Rp5 Ribu di Museum Sonobudoyo Masih Sepi Peminat
Advertisement
Berita Populer
- Rabu Tak Lagi ke Kantor, ASN di Jatim Mulai WFH Rutin
- Performa Motor Tetap Terjaga Ini Cara Honda Edukasi Pengendara
- Duel Remaja di Pakualaman Jogja Terbongkar, Dua Pelajar Luka Parah
- Sering Dianggap Wajar Kebiasaan Ini Diam-Diam Menguras Energi
- Pemeriksaan Yaqut Berlanjut Setelah Kembali ke Rutan KPK
- WFH Nasional Mulai Dibahas, Ini Kata Kemendagri
- Puluhan Telur Piton Ditemukan di Selokan Permukiman Warga Gunungkidul
Advertisement
Advertisement







