Advertisement
AS Tangkap Nicolas Maduro dalam Operasi Militer Kilat
Donald Trump / Antara
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Amerika Serikat melancarkan operasi militer cepat di Venezuela yang berujung pada penangkapan Presiden Nicolas Maduro dan istrinya setelah pertahanan udara negara itu dilumpuhkan.
Menurut laporan Bloomberg, pasukan komando AS hanya membutuhkan waktu kurang dari tiga jam untuk mengakhiri kekuasaan Maduro, yang selama bertahun-tahun bertahan di tengah tekanan Washington.
Advertisement
Lebih dari 150 pesawat militer AS dikerahkan setelah pertahanan udara Venezuela berhasil dilumpuhkan. Unit Delta Force Angkatan Darat AS kemudian dikirim ke pangkalan militer tempat Maduro bermalam.
Pasukan tersebut mendobrak pintu baja lokasi persembunyian dan menangkap Maduro serta istrinya sebelum keduanya sempat mencapai ruang aman. Pasangan itu lalu diterbangkan dengan helikopter ke sebuah kapal perang AS dalam perjalanan menuju pengadilan di New York.
BACA JUGA
“Dia mencoba mencapai tempat yang aman. Pintu itu sangat tebal dan berat, tetapi dia tidak berhasil menutupnya,” ujar Presiden AS Donald Trump pada Sabtu (3/1/2026).
Trump mengaku menyaksikan operasi tersebut secara langsung melalui siaran langsung. Ia baru mengumumkan penangkapan Maduro melalui media sosial setelah helikopter yang membawa pemimpin Venezuela itu dipastikan aman, meskipun laporan ledakan di Caracas telah lebih dulu beredar.
Operasi militer tersebut menandai puncak dari upaya bertahun-tahun Trump, yang dimulai sejak masa jabatan pertamanya, untuk menggulingkan Maduro.
Meski demikian, langkah ini juga memunculkan berbagai risiko ke depan, terutama terkait arah kebijakan AS terhadap Venezuela pascapenangkapan tersebut.
Pejabat AS menyebut operasi ini mencerminkan gaya militer yang disukai Trump yakni cepat dan dinilai menentukan. Meski Trump dikenal menentang intervensi asing, pemerintahannya disebut telah menyiapkan rencana lanjutan terhadap Venezuela.
Tanda awal dimulainya operasi muncul ketika warga Caracas melaporkan suara pesawat yang meraung di udara serta ledakan di sejumlah titik. Rekaman video menunjukkan rudal menghantam target di dalam kota dan helikopter menembakkan roket ke langit malam tak lama setelah pukul 02.00 waktu setempat.
Pemadaman listrik dilaporkan terjadi di beberapa wilayah. Asap dan api terlihat di Fuerte Tiuna, dekat Kementerian Angkatan Bersenjata, serta di pangkalan udara La Carlota. Ledakan juga dilaporkan terjadi di pelabuhan La Guaira dan fasilitas pasukan keamanan di sekitarnya.
Sementara itu, AS diketahui telah mengerahkan pasukan militernya di kawasan Karibia sejak musim panas. Unit operasi khusus yang menangkap Maduro disebut telah berada di Venezuela sejak awal Desember, menunggu momen yang dinilai tepat untuk meminimalkan korban sipil dan memaksimalkan unsur kejutan.
Menurut sumber yang mengetahui operasi tersebut, Trump menyusun rencana ini bersama lingkaran kecil pejabat kepercayaannya, termasuk Menteri Luar Negeri Marco Rubio, Kepala Pentagon Pete Hegseth, Wakil Kepala Staf Stephen Miller, serta Direktur CIA John Ratcliffe.
Laporan juga menyebutkan bahwa tim kecil CIA telah berada di Venezuela secara diam-diam sejak Agustus untuk mengumpulkan intelijen terkait pola hidup Maduro.
Badan intelijen AS disebut mendapat bantuan dari sumber di dalam pemerintahan Venezuela serta memantau pergerakan Maduro menggunakan drone siluman. AS bahkan menawarkan hadiah sebesar US$50 juta untuk informasi yang mengarah pada penangkapannya.
Ketua Kepala Staf Gabungan AS Jenderal Dan Caine mengatakan militer AS melacak setiap detail pergerakan Maduro, termasuk kebiasaan dan pengamanannya. Pasukan Delta Force disebut berlatih melakukan penggerebekan di replika lokasi persembunyian Maduro dan menunggu waktu yang tepat setelah beberapa kali tertunda akibat cuaca buruk.
AS meluncurkan pesawat dari sekitar 20 pangkalan darat dan laut di seluruh Belahan Bumi Barat. Operasi tersebut melibatkan pesawat pembom B-1, jet tempur F-22, F-18, F-35, pesawat pengintai E-2, helikopter, serta sejumlah besar drone yang dikendalikan dari jarak jauh.
Pasukan AS tiba di lokasi Maduro sekitar dua jam setelah Trump memberikan perintah. Salah satu pesawat dilaporkan terkena tembakan, namun tetap mampu kembali ke pangkalan. Maduro dan istrinya kemudian dibawa ke USS Iwo Jima, kapal serbu amfibi yang telah dikerahkan ke wilayah tersebut sejak Agustus.
Trump kemudian mengunggah foto Maduro dalam kondisi ditahan, mengenakan pakaian olahraga dan penutup mata, beberapa menit sebelum menggelar konferensi pers.
Trump menegaskan bahwa penggulingan Maduro mungkin bukan akhir dari operasi AS. Ia menyatakan Washington tidak ragu mengerahkan pasukan darat dan telah menyiapkan rencana serangan yang lebih besar apabila pemerintahan pengganti Maduro dinilai tidak kooperatif.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Bisnis
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Jadwal SIM Keliling Gunungkidul, Senin 5 Januari 2026
Advertisement
Walking Tour Telusuri Jejak Sejarah Simpang Lima Boyolali
Advertisement
Berita Populer
- Malut United vs PSBS Biak, Ujian Awal Tahun
- Motorola Razr Edisi Piala Dunia 2026 Segera Diperkenalkan
- Jadwal DAMRI ke Bandara YIA, Minggu 4 Januari 2026
- Mercedes-Benz Recall 169 Unit EQB di AS, Risiko Baterai
- Harga Emas UBS dan Galeri24 Pegadaian Stagnan Hari Ini
- Jadwal SIM Keliling di Kulonprogo, Minggu 4 Januari 2026
- Senegal dan Mali Lolos ke Perempat Final Piala Afrika 2025
Advertisement
Advertisement



