Advertisement

Trump Ancam Gelombang Serangan Kedua ke Venezuela

Newswire
Senin, 05 Januari 2026 - 04:17 WIB
Sunartono
Trump Ancam Gelombang Serangan Kedua ke Venezuela Trump menyatakan AS siap melancarkan gelombang serangan kedua ke Venezuela setelah mengklaim menangkap Presiden Nicolas Maduro.

Advertisement

Harianjogja.om, WASHINGTON—Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan Washington tidak menutup kemungkinan melancarkan gelombang serangan kedua ke Venezuela, menyusul operasi militer AS yang diklaim berhasil menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro.

Ancaman tersebut disampaikan Trump dalam wawancara dengan Fox News, Sabtu (4/1/2026), di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Venezuela. Trump menegaskan militer AS berada dalam kondisi siaga penuh untuk menghadapi berbagai skenario lanjutan.

Advertisement

Pernyataan Trump soal kesiapan serangan lanjutan memicu kekhawatiran eskalasi konflik di kawasan Amerika Latin. Sejumlah negara dan organisasi internasional menyerukan penahanan diri, menyusul klaim sepihak Washington yang hingga kini belum mendapat konfirmasi independen.

“Kami siap. Anda tahu, kami siap melakukan gelombang kedua. Semuanya sudah disiapkan. Operasi ini begitu kuat sehingga kami tidak perlu melakukannya, tetapi kami tetap siap,” ujar Trump, seraya menambahkan bahwa kekuatan militer AS berada dalam posisi siaga penuh.

Trump juga mengeklaim Washington mengerahkan kekuatan laut besar di kawasan tersebut.

“Kami berada di luar sana dengan armada seperti yang belum pernah dilihat siapa pun sebelumnya, dan kami siap,” katanya.

Pernyataan itu muncul setelah Trump mengumumkan bahwa Maduro telah ditangkap dan dikeluarkan dari Venezuela dalam sebuah operasi yang, menurutnya, dilakukan dengan presisi tinggi dan tanpa korban di pihak AS.

Klaim tersebut memicu kebingungan dan reaksi keras dari Caracas, dengan otoritas Venezuela menyatakan belum mengetahui secara pasti keberadaan Maduro dan menuntut klarifikasi mengenai kondisinya.

Kementerian Luar Negeri Venezuela telah pun mengumumkan rencananya untuk mengajukan banding ke organisasi internasional atas tindakan Washington dan mendesak Dewan Keamanan PBB untuk mengelar rapat darurat yang membahas serangan AS ke Venezuela.

Sementara itu, Wakil Presiden Venezuela Delcy Rodriguez menegaskan bahwa Presiden Venezuela Nicolas Maduro tetap menjadi satu-satunya pemimpin negara tersebut.

"Hanya ada satu presiden di negara ini, namanya Nicolas Maduro Moros," kata wapres pada pertemuan Dewan Pertahanan menyusul operasi yang dilancarkan AS.

Sejumlah media internasional sebelumnya melaporkan adanya ledakan di Caracas dan menyebut operasi itu melibatkan pasukan elite Amerika Serikat, meski belum ada konfirmasi independen.

Di Washington, sejumlah anggota Kongres mempertanyakan dasar hukum operasi tersebut dan memperingatkan risiko eskalasi militer yang lebih luas di kawasan Amerika Latin.

Pemerintah AS, sementara itu, menyatakan bahwa Maduro akan menghadapi proses hukum.

Di tingkat internasional, beberapa negara dan organisasi menyerukan penahanan diri dan menegaskan pentingnya penghormatan terhadap kedaulatan negara serta hukum internasional, di tengah kekhawatiran bahwa ancaman gelombang serangan lanjutan dapat memperburuk instabilitas regional dan memicu konfrontasi yang lebih luas.

Ancaman gelombang serangan kedua dari Amerika Serikat dinilai berpotensi memperburuk instabilitas regional. Desakan agar konflik diselesaikan melalui jalur diplomasi terus menguat, seiring tuntutan penghormatan terhadap kedaulatan negara dan hukum internasional dalam krisis Venezuela-AS yang kian memanas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Jogo Margo DIY Adukan Status Pegawai ke DPRD, Tuntut Jalur Afirmasi PP

Jogo Margo DIY Adukan Status Pegawai ke DPRD, Tuntut Jalur Afirmasi PP

Jogja
| Senin, 05 Januari 2026, 18:37 WIB

Advertisement

Korea Selatan Perpanjang Bebas Biaya Visa hingga Juni 2026

Korea Selatan Perpanjang Bebas Biaya Visa hingga Juni 2026

Wisata
| Senin, 05 Januari 2026, 14:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement