Advertisement
AS Tangkap Maduro, Menhan Venezuela Klaim Banyak Pengawal Tewas
Presiden Nicolas Maduro. - Instagram.
Advertisement
Harianjogja.com CARACAS—Menteri Pertahanan Venezuela Vladimir Padrino menuding operasi militer Amerika Serikat telah menewaskan sebagian besar tim pengamanan Presiden Nicolas Maduro, menyusul penangkapan Maduro dan istrinya oleh otoritas AS.
Padrino dalam pidato nasional yang disiarkan televisi menyebut operasi tersebut tidak hanya menyasar aparat keamanan, tetapi juga menyebabkan korban dari kalangan prajurit dan warga sipil. Ia menilai tindakan Amerika Serikat sebagai pelanggaran serius terhadap kedaulatan Venezuela dan hukum internasional.
Advertisement
Situasi politik Venezuela kian memanas setelah Mahkamah Agung setempat menunjuk Wakil Presiden Delcy Rodriguez sebagai presiden sementara. Angkatan bersenjata Venezuela menyatakan dukungan penuh terhadap kepemimpinan Rodriguez serta penerapan status darurat nasional.
Dalam pidato yang disiarkan televisi pada Minggu (4/1) Padrino menuduh personel militer AS yang melaksanakan operasi tersebut telah membunuh dengan kejam sebagian besar tim keamanan Maduro, para prajurit, dan warga sipil yang tidak bersalah. Namun, ia tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai jumlah korban.
Padrino juga menyebut Maduro sebagai pemimpin yang otentik dan sah bagi negara tersebut. Pernyataan Padrino tersebut disampaikan sehari setelah Presiden Donald Trump mengatakan bahwa tindakan militer AS pada Sabtu (3/1) berujung pada penangkapan Maduro dan istrinya, Cilia Flores.
Trump juga berjanji akan menegaskan kendali Amerika atas negara itu untuk sementara waktu dengan pasukan AS jika diperlukan.
Trump menuduh Maduro mengawasi pengiriman narkoba ke Amerika Serikat dan mempertahankan kekuasaan secara tidak sah melalui kecurangan pemilu.
Maduro, yang saat ini ditahan di sebuah fasilitas penahanan di New York sambil menunggu dakwaan terkait narkoba, telah menolak tuduhan tersebut, dan para pejabat di Caracas menyerukan pembebasannya. Padrino juga menuntut pembebasan Maduro dan istrinya segera.
“Kami menuntut agar dunia memperhatikan dengan saksama segala sesuatu yang sedang terjadi terhadap Venezuela, terhadap kedaulatan dan Konstitusinya,” tambahnya.
Setelah AS menangkap Maduro, Mahkamah Agung Venezuela memerintahkan Wakil Presiden Delcy Rodriguez untuk segera mengambil alih jabatan sebagai presiden sementara. Padrino juga mengatakan bahwa angkatan bersenjata telah memberikan dukungannya kepada Rodriguez.
“Kami sepenuhnya mendukung Dekret Keadaan Darurat Eksternal di seluruh wilayah nasional yang sebelumnya telah ditandatangani,” ucapnya.
Padrino menambahkan bahwa angkatan bersenjata negara itu akan terus menggunakan seluruh kemampuan yang tersedia untuk keamanan, pemeliharaan ketertiban internal, dan pelestarian perdamaian.
Perkembangan penangkapan Maduro dan respons keras pemerintah Venezuela diperkirakan terus menjadi sorotan dunia, seiring meningkatnya ketegangan politik dan keamanan di kawasan Amerika Latin.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Korea Selatan Perpanjang Bebas Biaya Visa hingga Juni 2026
Advertisement
Berita Populer
- Korea Selatan Perpanjang Bebas Biaya Visa hingga Juni 2026
- Mojave Camper Van Ultra-Premium Berbasis Sprinter Rp7,7 Miliar
- Kasus Mafia TKD Inkrah, Lurah Sampang Gedangsari Resmi Dipecat
- Viral! MacBook Air M1 Tahan Pecahan Artileri di Ukraina
- Usai Maduro Ditangkap, Trump Isyaratkan Kuba Jadi Target Berikut
- Penduduk Tembus 1 Juta, Bantul Kekurangan Ribuan Bed RS
- Cuplikan Jack Ryan Viral Usai Maduro Ditangkap, Netizen Kagum
Advertisement
Advertisement




