Advertisement
Jepang Dorong Pemulihan Demokrasi Venezuela Pasca Maduro Ditangkap
Perdana Menteri Sanae Takaichi. - Antara.
Advertisement
Harianjogja.com, JEPANG—Pemerintah Jepang menyatakan akan mengintensifkan upaya diplomatik untuk memulihkan demokrasi dan menstabilkan situasi di Venezuela menyusul penangkapan Presiden Nicolas Maduro oleh Amerika Serikat dalam operasi militer.
Tokyo menjunjung tinggi nilai kebebasan, demokrasi, dan supremasi hukum. Jepang juga berkomitmen bekerja sama dengan negara-negara G7 serta mitra internasional yang memiliki keprihatinan serupa terhadap kondisi politik Venezuela.
Advertisement
Di sisi lain, Jepang memilih bersikap hati-hati dan tidak secara langsung mengomentari legitimasi operasi militer AS, di tengah sorotan global terkait aspek hukum dan stabilitas keamanan kawasan Amerika Latin.
Perdana Menteri Sanae Takaichi menulis di media sosial bahwa Jepang "telah lama menghormati nilai-nilai dan prinsip-prinsip mendasar seperti kebebasan, demokrasi, dan supremasi hukum."
BACA JUGA
Dia menambahkan bahwa Tokyo akan bekerja sama erat dengan negara-negara Kelompok Tujuh (G7) lainnya dan negara-negara yang turut prihatin terkait situasi di Venezuela.
Dia tidak berkomentar apakah operasi di Venezuela yang kaya minyak itu dapat dibenarkan.
Serangan yang dilakukan tanpa persetujuan Kongres AS dan atau menimbulkan ancaman keamanan nasional yang mendesak, telah menimbulkan pertanyaan terkait permasalahan hukum, baik di dalam dan luar negeri.
Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Luar Negeri Jepang mengatakan pihaknya memantau situasi dengan cermat dan berupaya memastikan keselamatan warga negara Jepang.
Mereka mengatakan bahwa kementerian tersebut telah menghubungi sebagian besar warga negara Jepang di negara tersebut, dan tidak ada laporan mengenai korban jiwa.
Presiden AS Donald Trump mengatakan setelah penggerebekan itu bahwa Amerika Serikat akan "mengelola" negara kaya minyak itu sampai "transisi yang aman, tepat, dan bijaksana" dapat tercapai.
Trump mengatakan bahwa Maduro, yang diterbangkan ke New York bersama istrinya, akan menghadapi tuntutan pidana di Amerika Serikat, dengan tuduhan bertanggung jawab atas penyelundupan sejumlah besar narkoba ilegal ke negara tersebut.
Sikap Jepang mencerminkan upaya menjaga keseimbangan antara prinsip demokrasi, stabilitas global, dan perlindungan warga negara di tengah krisis Venezuela.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
36 Rumah Rusak Diterjang Cuaca Ekstrem Bantul, BPBD Siapkan Opsi BTT
Advertisement
Wamenpar Dorong Prambanan Shiva Festival Jadi Agenda Unggulan
Advertisement
Berita Populer
- PLN Tutup Bulan K3 2026 dengan Simulasi Penyelamatan di Udara
- Investigasi Banjir Bandang Guci Tegal, Mensesneg Buka Suara
- PROGRAM PEMERINTAH: Petani Harus Hasilkan Panen Berkualitas untuk MBG
- Revitalisasi SMA-SMK DIY 2026, 29 Sekolah Dapat Rp21,6 Miliar
- Ramadan Hijau di Istiqlal, Menag Tekankan Spirit Lembut
- Angin Kencang Klaten Rusak Puluhan Bangunan, 3 Luka
- Banpres UMKM Sumatra Disiapkan, 200.000 Pelaku Usaha Disasar
Advertisement
Advertisement







