Advertisement
Target 100 Ribu Peserta Magang Nasional 2025 Terpenuhi
Tenaga Kerja. / Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menyebut target peserta Magang Nasional 2025 sebesar 100 ribu telah terpenuhi, dengan total 102.697 lulusan perguruan tinggi ikut program.
Para peserta magang tersebar di berbagai industri, kementerian, dan instansi pemerintah. Program ini memberikan pengalaman bekerja enam bulan, uang saku setara UMK, serta perlindungan sosial berupa Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JK).
Advertisement
Pemerintah menekankan program ini sebagai sarana exposure dunia kerja bagi lulusan baru. Bagi peserta berprestasi, peluang diserap perusahaan tetap terbuka, meski tidak ada kewajiban perusahaan menerima setelah magang. Rencananya, program Magang Nasional akan dilanjutkan pada 2026 dengan kuota serupa 100 ribu peserta.
"Sudah tiga batch tertampung, artinya target 100 ribu sudah terpenuhi. Ada yang di industri, kementerian, instansi pemerintah. Antusiasmenya bagus," kata Yassierli, Senin (5/1/2026).
BACA JUGA
Berdasarkan laman resmi Kementerian Ketenagakerjaan di Kemnaker.go.id, jumlah akumulasi total peserta Magang Nasional 2025 yang telah diterima melalui melalui pendaftaran saat pembukaan batch I sampai III mencapai 102.697 orang.
Para pendaftar merupakan lulusan baru atau fresh graduate perguruan tinggi yang terdaftar di Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Mereka yang diterima sebagai peserta program nasional ini akan menjalani masa magang selama enam bulan dan memperoleh uang saku dengan nilai setara besaran upah minimum kabupaten dan kota (UMK).
Peserta juga mendapatkan perlindungan sosial, yaitu berupa Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JK). Melalui program ini pemerintah berupaya memberikan pengalaman bekerja bagi para lulusan perguruan tinggi.
"Mereka mendapatkan exposure terkait dunia kerja. Kalau klausul jaminan diterima sebagai pegawai tidak ada dan tidak ada kewajiban perusahaan menerima, tapi kami yakin kalau kinerja mereka baik saat magang maka kans diserap oleh perusahaan tentu ada," ujar dia.
Berkaca dari kondisi yang ada, maka kementerian terkait merencanakan akan melanjutkan program Magang Nasional, setelah peserta batch I menyelesaikan masa magangnya pada April 2026.
Untuk kuota magang yang akan dibuka sepanjang periode 2026 sementara ini masih diproyeksikan sama dengan total keseluruhan pada 2025. "Sementara masih 100 ribu satu tahun," ujarnya.
Keberhasilan program ini diharapkan meningkatkan kesiapan lulusan perguruan tinggi menghadapi dunia kerja dan memperkuat kolaborasi pemerintah dengan sektor industri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Cucu Soeharto, Darma Mangkuluhur Resmi Menikah
- DAS Garoga di Sumatera Utara Penuh Kayu Pascabanjir hingga 1.300 Meter
- Trump Pertimbangkan Serangan ke Iran di Tengah Aksi Protes
- Trump Diduga Siapkan Rencana Invasi ke Greenland, Denmark Geram
- Chen Zhi Diekstradisi, China Perketat Perburuan Penipu Siber
Advertisement
Advertisement
Malaysia Perkenalkan Panda Raksasa Baru Chen Xing dan Xiao Yue
Advertisement
Berita Populer
- Jadwal Bus KSPN Malioboro-Pantai Baron Senin 12 Januari, Tarif Rp26.00
- Trump Belum Putuskan Intervensi Militer AS ke Iran
- Belum Ada Superflu di Sleman, Dinkes Minta Warga Waspada
- Ganda Putri Dirombak, Apriyani Dipasangkan dengan Lanny
- Jalur Trans Jogja, Tujuan ke Sleman Bantul dan Keliling Tempat Wisata
- OJK Ingatkan Bijak Gunakan Pinjaman Daring Saat Ramadan
- BMKG Waspadai Banjir dan Longsor di Jateng hingga Februari
Advertisement
Advertisement




