Sepi Penumpang & Pendapatan Menurun Drastis, Sopir Angkutan Diberi Bantuan

Penyaluran bantuan untuk para sopir angkutan. - Antara.
09 Mei 2021 04:57 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, WONOGIRI—Sedikitnya 200 sopir angkutana kota di Wonogiri diberikan bantuan paket sembako oleh Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Matematika. Para sopir merasakan dampak pandemi, selama setahun kondisi penumpang tergolong sepi.

Pimpinan LKP Matematika Indonesia Setiawan SM menyatakan keprihatinannya dampak dari pandemi Covid-19 bagi keluarga yang kurang mampu, khususnya pekerja harian. "Oleh karena itu, baksos ini kami harapkan dapat sedikit membantu dan meringankan beban masyarakat yang terdampak pandemi COVID-19," kata Setiawan, Kamis (7/5/2021).

BACA JUGA : Angkutan Pembawa Ikan Bakal Distiker

Ia menambahkan kegiatan bakti sosial yang dilakukan oleh LKP Matematika Indonesia rutin dilaksanakan setiap tahun termasuk bantuan untuk korban bencana alam. Adapun pelaksanaannya dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Sebelum mengambil bantuan, para sopir maupun warga diwajibkan memakai masker.

Bagi yang belum memakai masker akan diberikan oleh tim dari LKP Matematika Indonesia. Diberikan pula hand sanitizer serta pengecekan suhu badan dan penerapan pembatasan jarak fisik.

Salah satu sopir angkutan penerima bantuan sosial Heru Wijanarko Agung, 44, mengaku sangat terbantu dan bersyukur atas bantuan yang diberikan. Dalam kondisi pandemi COVID-19 sekarang ini ia menyampaikan keadaan perekonomian sangat sulit sekali.

BACA JUGA : Polisi Cegat Angkutan Pembawa 78 Ekor Anjing di Penyekatan Kulonprogo, 10 di Antaranya Sudah Mati

Adapun Ketua Paguyuban Angkutan Suprapto mengaku kondisi sebelum pandemi COVID-19 angkutan Wonogiri masih eksis sehingga masih bisa untuk mencari rezeki guna menyekolahkan anak serta mencukupi kebutuhan rumah tangga.

Namun, setelah kondisi pandemi COVID-19 ini dampaknya sangat luar biasa yaitu pendapatan turun drastis. Dalam sehari mencari uang Rp100.000 susah. Padahal untuk membeli BBM dalam sehari paling tidak Rp50.000.

"Bayangkan uang Rp100.000 untuk beli BBM Rp50.000, sisanya Rp50.000. Dari sisa uang tersebut masih digunakan untuk setoran. Kondisi ini sangat memprihatinkan dan sekarang tinggal kurang lebih 60 armada yang masih aktif," katanya.

Sumber : Antara