Keren! Siswa SMAN 1 Jogja Ciptakan Pendeteksi Kanker Payudara lewat Kecerdasan Buatan

Ilustrasi penyintas kanker - Reuters - Jim Bourg
01 Mei 2021 03:37 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA--Kanker payudara merupakan masalah serius dengan jumlah kasus sebesar 42,1 per 100.000 penduduk dan rata-rata kematian 17 per 100.000 penduduk di Indonesia.

Kanker payudara adalah salah satu jenis kanker yang menempati urutan pertama sebagai penyebab kematian terbanyak akibat penyakit itu di Indonesia.

Oleh karena itu, diagnosis kanker menjadi bagian penting dalam upaya penanganan kanker secara tepat.

Berangkat dari kenyataan bahwa kanker payudara di Indonesia termasuk penyakit dengan kasus tertinggi, maka pelajar Indonesia, yakni Sona Regina Salsabila dan Azizah Auliani Rahma dari SMAN 1 Yogyakarta, berupaya untuk membantu dokter dalam mendiagnosis penyakit tersebut.

Sona dan Azizah melakukan penelitian dan mengembangkan kecerdasan buatan untuk deteksi kanker payudara dengan judul penelitian "Systematic Web for Breast Cancer Prediction".

Sona dan Azizah merupakan dua dari 13 delegasi pelajar Indonesia dengan delapan proyek penelitian yang akan mengikuti ajang "Regeneron International Science and Engineering Fair" (ISEF) yang akan dilaksanakan pada 16-21 Mei 2021 di Amerika Serikat.

Penelitian Sona dan Azizah terkait kecerdasan buatan sebagai Deteksi Kanker Payudara Berbasis Algoritme Random Forest dan Convolutional Neural Network tersebut menjadi juara pertama atau hasil penelitian terbaik Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR) Bidang Ilmu Pengetahuan Teknik (IPT) pada 2020 yang diadakan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Menurut Sona dan Azizah, penelitian mereka menyoroti salah satu penyebab kasus kanker payudara bisa tinggi adalah kesalahan dalam diagnosis atau false negative sehingga mereka ingin membantu dokter dalam melakukan diagnosis penyakit itu dengan menggunakan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

BACA JUGA: Cerita Muslim di Hong Kong Berpuasa di Tengah Pandemi

Sona dan Azizah menggunakan Algoritme Random Forest dan Convolutional Neural Network untuk melakukan prediksi terhadap kanker payudara tersebut sehingga diharapkan dengan adanya pemanfaatan kecerdasan buatan itu, diagnosis bisa cepat dan tepat dilakukan dan pada gilirannya kasus bisa ditekan.

Diagnosis dilakukan dengan pengamatan gejala klinis dan mamografi, tetapi kurang lebih 60 persen terdeteksi setelah menyebar ke seluruh tubuh yang disebabkan oleh false negative. Salah satu solusi untuk mengurangi adalah dengan menerapkan teknologi AI. Teknologi AI yang cukup efektif dalam memprediksi kanker payudara adalah random forest (RF) dan convolutional neural network (CNN).

Pada penelitian itu, peneliti mengembangkan kecerdasan buatan sebagai deteksi dan pemberi saran dokter dalam mendiagnosis kanker payudara berbasis algoritme RF dan CNN.

Kontribusi penelitian tersebut adalah menggabungkan prediksi dari rekam medis sebagai pengamatan gejala klinis dan mamografi sebagai pengamatan lanjutan. Sistem web bekerja dengan menandai letak kanker payudara kemudian dilakukan diagnosis terhadap kanker payudara.

Sumber : Antara