2 Golongan Darah Ini Paling Rentan Terinfeksi Covid-19 di India

Golongan darah
29 April 2021 21:57 WIB Mia Chitra Dinisari News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Council of Scientific Industrial Research (CSIR), sebuah lembaga penelitian di India, telah melakukan serosurvey di India untuk menentukan golongan darah mana yang lebih rentan terhadap virus corona mematikan.

Analisis pan-India telah mengungkapkan bahwa orang dengan golongan darah 'O' kurang rentan terhadap COVID-19 dan orang dengan golongan darah 'B' dan 'AB' lebih rentan terhadap virus.

Golongan darah 'O' telah dikaitkan dengan tingkat kepositifan yang rendah, menurut para ahli CSIR, sedangkan 'AB' menduduki peringkat tertinggi dalam seropositif, diikuti oleh golongan darah 'B'. Demikian dilansir dari wionews.

Survei ini dilakukan oleh tim yang terdiri dari 140 dokter yang menilai sampel dari hampir 10.427 orang dewasa dari seluruh negeri, yang menjadi subjek penelitian ini secara sukarela.

Situs India.com juga menuliskan hal yang sama, berdasarkan hasil survei dari CSIR yang baru-baru ini dikeluarkan.

Serosurvey pan-India, yang dilakukan oleh CSIR, mempelajari keberadaan antibodi terhadap SARS-CoV-2, virus penyebab penyakit coronavirus (COVID-19), dan kemampuan netralisasinya untuk menyimpulkan kemungkinan faktor risiko infeksi.

Survei terbaru menemukan bahwa mereka yang bergolongan darah 'O' mungkin kurang rentan terhadap infeksi COVID, sedangkan 'B' dan 'AB' berisiko lebih tinggi. Ya, Anda membacanya dengan benar. Sementara itu sero-positif tertinggi untuk golongan darah 'AB', diikuti oleh B. Golongan darah 'O' ditemukan terkait dengan tingkat kepositifan yang lebih rendah.

Sementara itu, survei juga menunjukkan bahwa meskipun COVID-19 adalah penyakit pernapasan, merokok mungkin menjadi garis pertahanan pertama karena perannya dalam meningkatkan produksi lendir. Namun, harus ada studi mekanistik yang terfokus untuk memahami efek merokok dan nikotin pada infeksi virus corona.

"Merokok diketahui sangat merusak kesehatan dan dikaitkan dengan berbagai penyakit dan pengamatan ini tidak boleh dianggap sebagai dukungan, terutama mengingat bahwa hubungan tersebut tidak terbukti menjadi penyebab," tulis makalah tersebut.

Survei itu juga menyebutkan bahwa makanan vegetarian yang kaya serat mungkin berperan dalam memberikan kekebalan terhadap COVID-19 karena sifat anti-inflamasi dengan modifikasi mikrobiota usus.

Sumber : Bisnis.com