Ini Kelebihan Pesawat AS P-8 Poseidon, Pencari KRI Nanggala-402

P-8 Poseidon. - www.windowssearch/exp.com
25 April 2021 00:27 WIB Hendri Tri Widi Asworo News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Pemerintah Amerika Serikat turut membantu pencarian kapal selam KRI Nanggala-402 yang hilang di perairan Laut Bali sejak Rabu (21/4/2021). Negeri Paman Sam itu menurunkan pesawat P-8 Poseidon milik Angkatan Laut Amerika Serikat.

Pesawat yang berfungsi sebagai antikapal selam itu tiba di Bali, sore ini. Selanjutnya, P-8 Poseidon akan menyisir perairan Laut Bali mencari kapal selam selam yang hilang kontak sudah tiga hari tersebut.

BACA JUGA : Gunadi Berada di KRI Nanggala-402, Orang Tua di Bantul Gelar Doa Bersama

"Nanti pukul 16.00 WITA pesawat Poseidon akan takeoff dari Bali dan melakukan kegiatan pencarian," kata Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Julius Widjojono seperti dikutip dari Antara, Sabtu (24/4/2021).

P-8 Poseidon adalah pesawat besutan Boing Group yang sebelumnya bernama Multimission Maritime Aircraft (MMA). Pesawat ini adalah pesawat militer yang sedang dikembangkan untuk Angkatan Laut Amerika Serikat (USN).

Seperti dikutip Wikipedia, pesawat ini dikembangkan oleh divisi militer Boing Group, yakni Boeing Defense, Space & Security. Pesawat itu adalah modifikasi dari 737-800 . Kode P-8 dimaksudkan untuk melakukan anti-kapal selam. Pesawat ini membawa torpedo, rudal anti-kapal selam, dan senjata lainnya.

Boeing P-8 Poseidon ini juga akan dapat menjatuhkan dan memantau kapal selam dengan pelampung sonar (sonobuoys). Ke depan pesawat ini dirancang untuk beroperasi tanpa awak. Selain Angkatan Laut AS, P-8 Poseidon dipesan oleh Angkatan Laut India.

Adapun pesawat yang datang ke Indonesia ini memiliki dua kru penerbangan. Panjang pesawat mencapai 39,47 meter dan lebar sayap37,64 meter. Pesawat ini memiliki kecepatan maksimum mencapai 907 km per jam dengan lama terbang 4 jam untuk misi peperangan anti kapal selam.

Sementara itu, pencarian kapal selam KRI Nanggala-402 juga melibatkan kapal-kapal negara lain, seperti HMAS Ballarat, HMAS Sirius dari Australia, kapal MV Swift Rescue dari Singapura dan lainnya.

BACA JUGA : KRI Nanggala-402 Dinyatakan Tenggelam

"Untuk kapal MV Swift Rescue dari Singapura akan tiba pada Sabtu malam sekitar pukul 23.00 WITA dan HMAS Sirius juga belum tiba," kata Julius Widjojono.

Untuk area pencarian kapal selam KRI Nanggala 402 masih difokuskan di sembilan titik, termasuk sekitar Celukan Bawang. Penyisiran juga disesuaikan dengan temuan tumpahan minyak dan daya magnet yang besar.

KRI Rigel-933 dari Pusat Hidro-Oseanograf TNI AL juga dikerahkan dalam pencarian kapal selam buatan Jerman itu. "KRI Rigel lebih ke arah itu (magnet) untuk memastikan bendanya apa," kata Julius yang masih berada di Bali.

Sejauh ini, TNI telah mengerahkan 21 KRI yang sebagian besar memiliki daya deteksi sonar untuk memetakan situasi di kedalaman dan dasar laut.

BACA JUGA : TNI: Ada Keretakan di Bagian Peluncuran Torpedo KRI

Sementara itu, TNI turut mendapat bantuan empat kapal dan satu unit alat deteksi bawah laut atau remote operation vehicle (ROV) dari kepolisian. Basarnas juga mengerahkan dua unit kapal dan satu ROV untuk membantu pencarian KRI Nanggala-402 yang mengangkut 53 penumpang.

Pencarian KRI Nanggala-402 di perairan utara Pulau Bali berlangsung sejak Rabu (21/4), beberapa jam setelah kapal selam itu dinyatakan hilang kontak sekitar pukul 03.00 WITA saat melakukan penyelaman.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia