Pemerintah Izinkan Masyarakat Berwisata saat Lebaran, tapi..

Sejumlah wisatawan menikmati pemandangan saat Matahari tenggelam di pemecah ombak Pantai Glagah, Kapanewon Temon, Kulonprogo, belum lama ini. - Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara
20 April 2021 10:57 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Pemerintah memperbolehkan warga yang ingin berlibur ke destinasi wisata dalam kota selama larangan mudik Lebaran 2021 berlangsung. Namun masyarakat harus mematuhi protokol kesehatan guna mencegah penyebaran Covid-19.

"Wisata yang dalam bingkai PPKM skala mikro dengan mengacu dengan protokol kesehatan ketat, disiplin, bersinergi dengan Pemda dan satgas Covid, pada prinsipnya diperbolehkan. Tapi lagi-lagi kami harus pastikan jangan menjadi tempat yang tidak patuh terhadap protokol kesehatan," kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno di Balai Kota, Jakarta, Senin (19/4/2021).

Sandiaga menuturkan dirinya sore tadi meninjau destinasi wisata di Kota Tua untuk. Kedatangannya untuk memastikan penerapan protokol kesehatan dilaksanakan dengan ketat dan disiplin.

"Kami mau mastiin bahwa Kota Tua protokol kesehatannya diterapkan secara ketat dan disiplin," ucapnya.

Larangan mudik ke kampung halaman juga harus diwaspadai. Karena itu, pemerintah daerah harus mengawasi protokol kesehatan di destinasi wisata perkotaan.

Baca juga: Organda DIY Ingatkan Kemunculan Angkutan Mudik Ilegal Saat Libur Lebaran

"Peniadaan mudik ini jangan sampai kita lengah. Justru malah berkerumunnya di destinasi-destinasi wisata perkotaan," tutur dia.

Tak hanya itu, Sandiaga menyebut bahwa kondisi pariwisata di Jakarta masih agak memprihatinkan akibat pandemi Covid-19. Sehingga pembukaan pariwisata kata Sandiaga masih mengacu pada perkembangan kasus Covid-19.

"Agak prihatin ya, karena di Jakarta sendiri kita lihat masih dalam PPKM skala mikro, tentu kami harus pantau angka penularan covid. Ada kenaikan sedikit sekali setelah libur paskah, perlu kami sikapi dengan penuh hati-hati," tuturnya.

Sandiaga juga mengimbau agar masyakarat tetap waspada terkait penyebaran Covid-19. Sebab, kata Sandiaga, proyeksi wisata sangat tergantung pada angka penularan Covid.

"Mudah-mudahan, jika kita bisa terus tekan angka penularan Covid, jika kita mulai buka travel corridor mungkin kita bisa lihat kenaikan antara 15-20 persen," katanya.

Sumber : suara.com