Tradisi Golong Gilig Ajak Semua Elemen Bersatu dalam Pembangunan di Borobudur

Tradisi Golong Gilig digelar di pelataran Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Sabtu (3/4/2021). - Harian Jogja/Nina Atmasari
04 April 2021 02:17 WIB Nina Atmasari News Share :

Harianjogja.com, MAGELANG- Masyarakat Pariwisata Saujana Borobudur menggelar tradisi Golong Gilig guna menyatukan semua elemen dalam pembangunan Borobudur ke depan.

Golong Gilig dilakukan dengan sejumlah kegiatan, dan puncak ritual pada Sabtu (3/4/2021). Acara diawali dengan Bersih Kali Sileng yang ada di Jowahan Wanurejo Borobudur.

Kegiatan tersebut melibatkan 200-an relawan dan masyarakat. "Masyarakat Pariwisata Saujana Borobudur dibentuk dengan tujuan agar pariwisata Borobudur juga bersinergi dengan masyarakat. Salah satu bentuk rasa memiliki masyarakat terhadap lingkungan Borobudur adalah menjaga kebersihan Kali Sileng," kata Panitia Penanggung Jawab Bersih Kali Sileng, Purwadi.

Baca juga: Kunjungi Gamplong, Menteri Sandiaga: Berasa di Hollywood

Kegiatan bersih Kali Sileng dilaksanakan menyebar di tujuh titik. Sampah diambil secara manual, kemudian dikumpulkan dan dibuang di tempat yang semestinya.

Ketua Panitia Golong Gilig, Albertus Purnomo menjelaskan tujuh titik tersebut melambangkan tujuh elemen kehidupan, salah satunya air. Adapun Sileng berasal dari kata siro elingo yang merupakan Bahasa Jawa artinya engkau ingatlah.

"Jadi kita manusia, sebagai makhluk hidup harus ingat pada Yang Maha Kuasa," katanya.

Baca juga: Menparekraf Sandiaga Apresiasi Industri Kreatif di Borobudur

Air yang diambil dari Kali Sileng selanjutnya dibawa ke Candi Borobudur yang berjarak sekitar 2,5 km. Air kemudian dikucurkan mengelilingi candi peninggalan Dinasti Syailendra abad ke-delapan tersebut.

Selanjutnya, dilakukan puja bakti di pelataran Candi Borobudur untuk mendoakan leluhur yang sudah membangun Borobudur.

"Tujuan kegiatan Golong Gilig ini agar semua elemen yang ada di Borobudur gilig atau menyatu untuk pembangunan Borobudur ke depan," katanya.