Advertisement
Suntikan Kedua AstraZeneca Dilakukan Setelah Delapan Pekan
Menteri Kesehatan RI Budi Sadikin Gunadi menunjukkan vaksin AstraZeneca di Surabaya, Selasa (23/03/2021). - Antara
Advertisement
Harianjogja.com, SURABAYA - Masyarakat yang menjalani vaksinasi Covid-19 menggunakan vaksin AstraZeneca, maka dosis keduanya akan disuntikkan setelah delapan pekan kemudian.
"Khusus vaksin AstraZeneca dosis keduanya disuntikkan setelah delapan pekan hingga 12 pekan untuk semua kelompok usia," kata Kepala Dinas Kesehatan Jawa Timur Herlin Ferliana, ketika dikonfirmasi di Surabaya, Senin (29/3/2021).
Advertisement
Ia menjelaskan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 tahap kedua yang sedang berlangsung di wilayah provinsi setempat menggunakan dua jenis atau merek vaksin, yaitu Sinovac dan AstraZeneca.
Baca juga: Wabup Bantul Minta Media Berikan Kritik dan Saran
BACA JUGA
"Setiap orang dengan masing-masing merek vaksin tersebut mendapatkan dua kali dosis suntikan," kata dia.
Mantan Direktur Rumah Sakit Jiwa Menur Surabaya tersebut mengimbau agar masyarakat mengenali vaksin jenis apa yang diberikan pada dosis pertama.
Sebab, kata dia, pada dosis kedua harus memperoleh vaksin dengan merek sama agar memperoleh kekebalan tubuh yang sempurna.
Baca juga: Sebut Tak Ada Bahan Hewani, Pakar dari ITB Jelaskan Proses Produksi AstraZeneca
Dia memaparkan masing-masing merek vaksin memiliki tenggang waktu yang berbeda untuk penyuntikan dosis pertama dan kedua.
Vaksin Sinovac memiliki tenggang waktu untuk penyuntikan dosis kedua selama 14 hari untuk usia di bawah 59 tahun dan 28 hari untuk warga lanjut usia (lansia) atau di atas 59 tahun.
Herlin juga menegaskan bahwa dosis pertama hanya meningkatkan imun hingga 15 persen, dan justru suntikan kedua yang akan meningkatkan imunitas hingga 85 persen.
"Jadi, suntikan kedua tidak boleh lupa dengan merek vaksin yang sama. Mohon diperhatikan waktu tenggangnya antara Sinovac dan AstraZeneca juga berbeda," tuturnya.
Di sisi lain, berdasarkan laporan mingguan yang dilaksanakan bersama Kemenkes RI pada 23 Maret 2021, Jatim disebutkan sebagai provinsi dengan vaksinasi tertinggi di Indonesia untuk pelayanan publik.
Tercatat, sebanyak 573.497 pelayan publik telah divaksinasi di Jatim, sedangkan secara keseluruhan sudah ada 1,3 juta penduduk Jatim yang telah divaksinasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- IAGI Ungkap Dua Penyebab Dugaan Sinkhole di Limapuluh Kota
- Indonesia Larang Impor Daging Babi dari Spanyol akibat Wabah ASF
- Bareskrim Selidiki Dugaan Kejahatan Lingkungan di Banjir Bandang Aceh
- Kim Jong Un Klaim Uji Rudal Hipersonik Respons Situasi Global
- Venezuela Bergejolak Usai Maduro Ditangkap Pasukan AS
Advertisement
Relokasi Pedagang Pantai Sepanjang Tanpa Perpanjangan Waktu
Advertisement
Jadi Primadona, Umbul Pelem Klaten Raup Omzet Miliaran Sepanjang 2025
Advertisement
Berita Populer
- Kasus Wonokromo, Pemkab Bantul Kumpulkan Bendahara Kalurahan
- Jadwal KRL Solo Jogja, Selasa 6 Januari 2026
- Jadwal SIM Keliling Polda DIY, Selasa 6 Januari 2026
- RSJ Grhasia Tangani Kecanduan Gawai pada Anak di 2025
- Jadwal KA Prameks, Selasa 6 Januari 2026
- Jadwal SIM Keliling Bantul, Selasa 6 Januari 2026
- Wisatawan Bantul Nataru 2025 Menurun, Parangtritis Terfavorit
Advertisement
Advertisement



