Silmy Karim Masuk Radar OTT KPK di Kasus Imigrasi
KPK menyebut Silmy Karim masuk radar OTT Imigrasi karena pernah menjabat Dirjen Imigrasi. Penyidik masih menelusuri dugaan suap.
Ilustrasi wisuda. /AntaraNews.com
Harianjogja.com, MALANG - Wali Kota Malang Sutiaji mengeluarkan Surat Edaran Nomor 13 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Wisuda dalam Tatanan Normal Baru, Produktif dan Aman Covid-19 bagi Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta di wilayah setempat.
Dalam surat edaran yang ditandatangani Sutiaji pada 22 Maret 2021 tersebut, menyebutkan bahwa berbagai kegiatan wisuda diperbolehkan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan wajib mengantongi izin dari Ketua Satgas Covid-19 Kota Malang.
"Jumlah peserta yang hadir saat wisuda maksimal 200 orang. Sementara, jumlah pendamping, maksimal 400 orang," demikian kutipan dalam surat edaran tersebut yang diterima Antara di Malang, Selasa (23/3/2021).
BACA JUGA : 660 Mahasiswa UPN Veteran Yogyakarta Diwisuda Secara
Saat pelaksanaan wisuda, diwajibkan untuk menerapkan pembatasan jarak antarpeserta wisuda maupun pendamping minimal satu meter. Untuk peserta maupun pendamping wisuda wajib menghindari kerumunan dan memisahkan pintu keluar dan pintu masuk.
Selain itu, juga akan disiapkan petugas untuk mengawasi penerapan protokol kesehatan, baik di area wisuda maupun di area pendamping. Untuk pelaksanaan waktu wisuda dipersingkat, tanpa mengurangi nilai pentingnya acara.
Para peserta wisuda dan pendamping, wajib mencuci tangan sebelum memasuki area, dan diharuskan membawa cairan pembersih tangan. Kemudian, peserta dan pendamping melakukan pemeriksaan suhu tubuh dengan batas 37,5 derajat celcius dan wajib menggunakan masker.
BACA JUGA : Wisuda STTA Yogyakarta Digelar secara Daring
Baik peserta maupun pendamping wisuda harus dalam kondisi sehat. Selama kegiatan berlangsung, tidak melakukan kontak fisik, baik berjabat tangan maupun berpelukan. Setelah acara selesai, tidak perlu berkerumun dan langsung pulang ke rumah.
Sebelumnya, Pemerintah Kota Malang juga telah berencana untuk menerapkan simulasi kegiatan belajar mengajar tatap muka. Wali Kota Malang Sutiaji menyebutkan bahwa pelaksanaan sekolah tatap muka rencananya akan dilakukan pada Juli 2021.
Hingga saat ini, di Kota Malang, tercatat secara keseluruhan ada sebanyak 6.159 kasus konfirmasi positif Covid-19. Dari total tersebut, sebanyak 5.571 orang dilaporkan telah sembuh, 562 orang dinyatakan meninggal dunia, dan sisanya berada dalam perawatan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
KPK menyebut Silmy Karim masuk radar OTT Imigrasi karena pernah menjabat Dirjen Imigrasi. Penyidik masih menelusuri dugaan suap.
Nilai TKA Matematika SMP Kulonprogo di bawah standar, Disdikpora siapkan intervensi serius untuk perbaikan pembelajaran.
Bayi orangutan Sumatera lahir di alam liar Aceh, jadi bukti keberhasilan rehabilitasi dan perlindungan habitat.
Korlantas Polri gelar Operasi Patuh 2026, fokus kurangi pelanggaran dan kecelakaan dengan ETLE hingga 60 persen.
Memasuki Bulan Bung Karno tahun 2026, Komisi A DPRD DIY kembali membuka ruang belajar untuk membangun spirit dan semangat mencintai Indonesia dari Jogja.
Koalisi global mendesak FIFA mengakhiri kerja sama dengan Coca-Cola sebelum 2030 karena dampak kesehatan dan lingkungan.