Demi Pemulihan Pariwisata, Presiden Jokowi Beri Pesan lewat Sandiaga

Vaksin Covid-19 Sinovac beserta jarum suntik terpajang di kawasan Masjid Istiqlal saat vaksinasi di Jakarta, Selasa (23/2/2021). - Antara
16 Maret 2021 18:37 WIB Novita Sari Simamora News Share :

Harianjogja.com, BALI - Seiring dengan program vaksinasi virus corona (Covid-19), bisnis pariwisata di Bali berpotensi bangkit pada pertengahan 2021. 

Presiden Jokowi memprediksi bahwa pariwisata di Bali dapat kembali bangkit pada pertengahan tahun 2021 mendatang. Kabar baik itu disampaikan Menparekraf, Sandiaga Uno ketika Jokowi meninjau langsung pelaksanaan vaksinasi covid-19 di Hotel Harris, Ubud, Bali pada Selasa (16/3/2021).

Dalam kesempatan tersebut, Jokowi diungkapkannya juga berbincang dengan sejumlah tokoh agama dan masyarakat serta aparatur sipil negara (ASN) guna memastikan pelaksanaan vaksin di Bali dapat berjalan mulus.

Mengingat, vaksinasi Covid-19 merupakan salah satu prasyarat untuk membuka kembali pariwisata di Bali, khususnya bagi wisatawan mancanegara.

"Tentunya ini harus dilakukan dengan sangat hati-hati lewat protokol kesehatan yang ketat dan disiplin, jangan sampai melakukan kesalahan, sehingga angka penularan covid-19 ini meningkat kembali," ungkap Sandiaga Uno seperti yang dikutip dari siaran pers, Selasa (16/3/2021).

Baca juga: Coba Deh! 10 Pekerjaan Sampingan Ini Dapat Kamu Mulai Sekarang

Jokowi pun katanya berpesan kepada seluruh pihak untuk menebar harapan dan semangat kepada masyarakat Bali.

Pemerintah kini tengah mendorong pemulihan sektor parekraf di Bali lewat beragam kebijakan, mulai dari vaksinasi Covid-19, stimulus bagi pelaku usaha parekraf hingga bantuan sosial kepada masyarakat.

"Bahwa hope is on the way, bantuan itu segera hadir, bantuan yang akan kita akan galakkan di tahun 2021 ini," imbuhnya.

Sandiaga Uno juga berharap agar Kemenparekraf dapat melakukan transformasi, khususnya dalam segi digitalisasi. Tujuannya agar pandemi covid-19 dapat membawa perubahan pariwisata dan ekonomi kreatif yang lebih berkualitas dan berkelanjutan.

"Sehingga peluang usaha melalui digitalisasi juga bisa ditingkatkan on boarding-nya. Ada dua juta lebih pelaku UMKM yang ada di Bali, kita ingin mereka bisa segera mengadopsi digitalisasi," tambahnya.

Pesan Jokowi terakhir, lanjutnya, mengenai konsep desa wisata sebagai penguatan tiga kawasan hijau (green zone), yaitu Nusa Dua, Sanur dan Ubud.

Pihaknya diminta untuk menggandeng tokoh adat dan masyarakat serta kepala desa untuk mengubah desa wisata menjadi zona hijau.

Sebab menurutnya, desa wisata tidak hanya dapat menopang sektor pariwisata, tetapi juga beragam kegiatan produktif, seperti pertanian yang berujung kepada ketahanan pangan di Provinsi Bali.

"Bapak Presiden menyampaikan bahwa jika semua angka covid-19 ini bisa terkendali-teratasi, jika kepatuhan oleh masyarakat tetap disiplin testing, tracing dan isolasi mandiri ditingkatkan, vaksinasi juga sudah terdistribusi, diprediksi beliau bahwa antara bulan Juni-Juli, Insya Allah kita akan bangkit kembali," ungkap Sandiaga Uno.

Jokowi pun memintanya untuk segera menggelar rapat bersama jajaran menteri dalam Kabinet Indonesia Maju guna merampungkan strategi pemulihan sektor parekraf nasional. Sehingga kebijakan tersebut dapat segera disetujui Jokowi dalam rapat terbatas.

"Tetapi Bapak Presiden juga menekankan 'Eling lan waspodo', tingkatkan kewaspadaan kita pada level tertinggi, patuhi protokol kesehatan yang ketat dan disiplin," tutupnya.

Sumber : bisnis.com