Advertisement
Wartawan di Kupang Pertanyakan Vaksinasi
Ilustrasi jurnalisme - Pixabay
Advertisement
Harianjogja.com, KUPANG - Sejumlah organisasi wartawan di Kota Kupang Nusa Tenggara Timur mempertanyakan soal vaksinasi untuk mereka. Sebab hingga saat ini sejumlah jurnalis di ibu kota provinsi NTT itu belum juga mendapatkan vaksinasi.
Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Nusa Tenggara Timur Ferry Jahang kepada ANTARA di Kupang, Kamis, mengatakan bahwa dirinya sudah memasukkan nama-nama anggota organisasi PWI ke Dinas Kesehatan Kota Kupang, namun hingga saat ini belum ada penjelasan.
Advertisement
"Saya sudah masukan nama-nama teman-teman wartawan ke Dinkes sejak 3 Maret lalu, namun sampai dengan saat ini belum ada informasi lanjutan kapan wartawan di Kota Kupang akan dapatkan vaksinasi," katanya.
Hal ini disayangkan oleh dirinya karena pemerintah pusat sendiri sudah berkali-kali menegaskan bahwa wartawan juga menjadi prioritas utama dalam vaksin tahap kedua ini.
Ferry juga sudah berkonsultasi dengan Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang Retnowati, namun jawaban dari kepala dinas justru meminta agar pendaftaran bagi wartawan sebaiknya dilakukan melalui aplikasi Peduli Lindungi.
Baca juga: Sudah 10 Tahun, Rencana Perluasan Pelabuhan Gunungkidul Masih jadi Wacana
"Sementara peserta lain seperti aparat sipil negara (ASN), anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kota Kupang diberikan vaksinasi hanya dengan mendaftar melalui Dinas Kesehatan Kota Kupang," ujar dia.
Padahal pemerintah pusat, kata dia, sudah meminta agar peserta vaksinasi lebih baik mendaftar melalui lembaga, supaya prosesnya cepat dilakukan karena melalui aplikasi peduli lindungi lambat informasi baliknya.
"Kita sepakat kalau prioritas vaksin kali ini setelah tenaga kesehatan, petugas pelayan publik dan lansia, tetapi kenapa anggota DPRD dan sejumlah ASN juga divaksinasi," ujar dia.
Sementara itu ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) NTT Eben dihubungi secara terpisah mengatakan bahwa memang dari 30-an anggota IJTI NTT baru beberapa saja yang divaksinasi dan diakomodir oleh Pemdanya, salah satunya di Kabupaten Belu.
"Kalau untuk Kota Kupang belum ada informasi, mungkin Sabtu (13/3) mendatang. Namun, tentu saja wartawan juga diprioritaskan karena memang mobilitasnya sangat tinggi dan bertemu dengan banyak orang," ucap dia.
Menjawab kegelisahan tersebut Kepala Bidang Pengendalian dan Penanggulangan Penyakit (P2P), Dinas Kesehatan Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, Sri Wahyuningsih mengatakan bahwa untuk Kota Kupang akan ada 40 wartawan yang akan divaksinasi terlebih dahulu,
Baca juga: Demokrat Moeldoko Batal Laporkan Andi Mallarangeng ke Polisi karena Kendala Teknis
"Kami akan alokasikan untuk 40 wartawan terlebih dahulu, sisanya menyusul nanti," ujar dia.
Untuk lokasi penyuntikan dan waktu penyuntikan akan diinformasikan ke koordinator wartawan yang ada di Kota Kupang.
"Jadi dalam pekan ini masih prioritas untuk lansia dan pejabat publik terlebih dahulu, setelah sejumlah tenaga kesehatan itu. Nanti paling lambat Senin pekan depan akan kami sampaikan ke koordinator wartawan di Kota Kupang," ujar dia.*
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Jadwal SIM Keliling di Jogja Kamis 19 Februari 2026, Cek Lokasinya
Advertisement
Wamenpar Dorong Prambanan Shiva Festival Jadi Agenda Unggulan
Advertisement
Berita Populer
- Dugaan Rasisme Warnai Benfica vs Real Madrid, Vinicius Junior Disorot
- Ini Untung Rugi Pakai AI untuk Kelola Keuangan Pribadi
- Harga Emas Pegadaian Turun, UBS Rp2.958.000 dan Galeri24 Rp2.943.000
- YouTube Down, 300 Ribu Pengguna Terdampak
- Hari Ini, Janice Tjen Tantang Peringkat 6 Dunia di Dubai 2026
- Ekonomi AS Lesu, Jurusan Keuangan Paling Diburu
- AS-China Memanas, OpenAI Seret DeepSeek ke DPR
Advertisement
Advertisement







