BPOM Sebut Suntik Vaksin Lansia di Atas 70 Tahun Masih Dikaji

Petugas vaksinator menunjukkan tensi darah Bupati Kabupaten Ogan Komering Ilir Iskandar saat proses pemberian vaksin Covid/19. istimewa
08 Februari 2021 06:57 WIB Wibi Pangestu Pratama News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA — Badan Pengawas Obat dan Makanan atau BPOM menyatakan bahwa vaksinasi bagi penduduk berusia di atas 70 tahun memerlukan pertimbangan khusus, berkaca dari hasil uji klinik yang dilakukan di Brazil.

Kepala BPOM Penny K. Lukito menjelaskan bahwa pihaknya menggunakan data hasil uji klinik dari sejumlah negara dalam menentukan pemberian Emergency Use Authorization (EUA) bagi sebuah vaksin. Salah satunya yakni uji klinik fase 3 di Brazil.

Uji klinik itu dilakukan terhadap 600 orang, terdapat kelompok lanjut usia (lansia) di rentang usia 59–70 tahun yang menjadi subjek. Dari riset tersebut, pemberian vaksin CoronaVac kepada penduduk usia di atas 60 dinilai aman, tidak menimbulkan efek samping kematian dan gejala yang serius.

Meskipun begitu, menurut Penny, belum dapat disimpulkan bagaimana keamanan vaksinasi bagi penduduk berusia di atas 70 tahun. BPOM pun akan melakukan kajian lebih lanjut terkait hal tersebut sambil memantau perkembangan uji klinik.

"Oleh karena itu di atas 70 tahun perlu ada pertimbangan khusus, pendampingan dari dokter untuk melakukan screening. Bukan dilarang, tapi data yang kami terima berdasarkan hasil uji klinik sampai fase 3 adalah sampai 70 tahun," ujar Penny dalam konferensi pers Penggunaan Vaksin CoronaVac untuk Lansia, Minggu (7/2/2021).

Dia menyatakan bahwa pemberian vaksin untuk kelompok usia di atas 70 tahun harus dilakukan dengan sangat hati-hati. BPOM pun menerbitkan lembar fakta (fachsheet) yang dapat menjadi panduan para tenaga medis dalam melakukan vaksinasi, baik bagi penduduk usia dewasa seperti yang sudah berjalan maupun bagi lansia.

Adapun, pada Jumat (5/2/2021) BPOM telah mengeluarkan persetujuan pengunaan vaksin CoronaVac untuk penduduk berusia di atas 60 tahun. Vaksinasi itu diizinkan sebanyak dua dosis dengan jarak 28 hari.

Sumber : Bisnis.com