Harga Mentimun Naik Dua Kali Lipat, Petani Wonogiri Untung Besar
Harga mentimun di Wonogiri melonjak hingga Rp8.000 per kg. Petani berpeluang meraih omzet Rp24 juta dalam satu musim tanam.
Presiden Joko Widodo bersiap disuntik vaksin CoronaVac untuk kedua kalinya, Rabu (21/1/2021). /Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden
Harianjogja.com, JAKARTA - Kabar bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menerima vaksin Covid-19 terdengar hingga ke negara tetangga, yaitu Malaysia.
Berdasarkan laporan Isentia, warganet Malaysia pun turut menyuarakan pendapatnya. Mereka cemburu karena Indonesia lebih dahulu mendapatkan vaksin Covid-19.
Sementara itu Laporan tersebut mengatakan bahwa semenjak Presiden Jokowi melakukan vaksin Covid-19 pertama kali pada 13 Januari 2021 dan vaksin kedua pada 27 Januari 2021, sebagian besar masyarakat menjadi percaya diri dan yakin untuk divaksin.
Media monitoring Isentia menganalisa data media digital dan sosial yang relevan di negara-negara Asia Tenggara, seperti Singapura, Malaysia, Indonesia, Filipina, Thailand, dan Vietnam.
"Selama penelitian, kami menemukan cakupan volume tinggi pada vaksin yang dikembangkan bersama oleh Pfizer dan BioNTech, terutama terkait tingkat efektifitasnya yang mencapai hingga 90 persen dalam mencegah infeksi Covid-19 dalam uji coba fase 3 yang sedang berlangsung," kata Isentia dalam keterangan tertulis.
Adapun Presiden Jokowi mendapat suntikan vaksin Sinovac dosis kedua hari ini, Rabu (27/1/2021). Suntikan ini setelah dua pekan lalu Presiden menjadi penerima vaksin Covid-19 pertama di Indonesia.
BACA JUGA: Pusat Klaim Angka Kematian Pasien Covid-19 di Jogja Turun karena PTKM
Vaksin CoronaVac yang diproduksi oleh Sinovac dan sudah disuntikkan kepada Presiden Jokowi membutuhkan dua kali penyuntikan masing-masing sebanyak 0,5 mililiter dengan jarak waktu 14 hari.
Sebelumnya, Presiden menerima suntikan pertama pada 13 Januari 2021 lalu.
Sebagai informasi, Dokter Spesialis Paru RS Persahabatan Erlina Burhan mengatakan, bahwa vaksin kedua merupakan pendorong terbentuknya imun tubuh setelah vaksin dosis pertama.
Terkait pembentukkan antibodi dari vaksin Sinovac, peningkatan antibodi IgG yang signifikan setelah divaksin kedua, namun jumlah antibodi yang terbentuk akan lebih rendah pada pasien usia lebih tua.
“Dari neutralizing antibody-nya ditemukan berkurang seiring dengan pertambahan usia. Artinya yang lebih muda antibodinya lebih banyak,” ujar Erlina melalui Twitter Kemenkes, Selasas (26/1/2021).
Sementara itu, untuk vaksin Sinovac, yang sudah disuntikkan di Indonesia, dari uji yang dilakukan di Bandung menunjukkan efek samping nyeri di lokasi suntikan, demam, kelelahan. Namun, hingga saat ini belum ditemukan efek samping serius.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Harga mentimun di Wonogiri melonjak hingga Rp8.000 per kg. Petani berpeluang meraih omzet Rp24 juta dalam satu musim tanam.
Dua pabrik garmen di Jawa Tengah berpotensi melakukan PHK terhadap 1.470 pekerja. Pemerintah menyiapkan langkah mitigasi.
Bareskrim Polri menetapkan dua bos produsen gas tawa Whip-Pink sebagai tersangka pelanggaran UU Kesehatan terkait produksi gas N2O.
PMI Gunungkidul memastikan stok darah aman dan menyiapkan donor darah mobile hingga akhir Agustus untuk menjaga ketersediaan darah.
Jaksa Agung memutasi Dirdik Jampidsus dan delapan kajati. Rotasi jabatan dilakukan untuk promosi dan penyegaran organisasi.
Menjaga integritas bukan hanya soal menjalankan aturan, tetapi juga tentang bagaimana setiap insan imigrasi mampu bekerja dengan penuh tanggung jawab