Advertisement
Ini 6 Organ Tubuh yang Terserang pada Pasien Covid-19
Kelelahan menjadi salah satu gejala yang dialami pasien Covid-19 setelah 6 bulan - Antara
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Covid-19 adalah penyakit pernapasan, yang membuat paru-paru Anda lebih rentan terhadap kerusakan dalam jangka panjang.
Pasien Coronavirus yang telah sembuh dari infeksi sering mengeluh kelelahan, nyeri dada dan sesak napas, yang semuanya merupakan tanda-tanda Covid-19.
Advertisement
Berikut 6 organ yang bermasalah pada pasien Covid-19 dilansir dari Times of India:
1. Paru-paru
SARS-CoV-2 berpotensi menyebabkan perubahan inflamasi di paru-paru, yang dapat berdampak negatif pada jaringan dan kantung paru-paru. Ini dapat memengaruhi kesehatan pernapasan Anda dan merusak paru-paru Anda dalam jangka panjang.
2. Hati
Terlepas dari masalah yang ditimbulkan oleh virus corona pada kesehatan dan mental kita secara keseluruhan, itu juga memengaruhi jaringan hati di dalam tubuh.
Pada banyak pasien Covid-19 atau orang yang telah sembuh dari infeksi, peningkatan tingkat enzim hati dan fungsi hati yang abnormal juga terjadi.
Para dokter dan ahli medis menyatakan bahwa pada banyak pasien, fungsi hati tidak kembali normal, bahkan setelah sembuh, yang menurut mereka bisa jadi karena serbuan sitokin dalam tubuh, yang diakibatkan oleh obat-obatan yang diresepkan selama masa pemulihan.
3. Jantung
Meskipun detak jantung yang tidak normal, jantung berdebar, nyeri dada, dan kelelahan kronis adalah gejala COVID-19, dokter dan profesional medis telah mengamati dampak pasca-COVID yang masih ada pada kesehatan jantung orang-orang. Selain itu, pembentukan gumpalan darah, kemungkinan stroke jantung juga merupakan salah satu risiko kesehatan utama yang dipicu oleh COVID-19.
4. Ginjal
Di antara komplikasi medis lainnya, fungsi ginjal yang rendah juga menjadi salah satu masalah yang berkembang pada pasien yang sembuh dari COVID. Dari mengalami produksi urin yang rendah dan jarang buang air kecil hingga berkembangnya disfungsi ginjal pasca-COVID, bahkan generasi yang lebih muda pun belum terhindar dari penyakit ini.
Mengingat seseorang menderita diabetes atau menderita tekanan darah tinggi, risiko terkena masalah ginjal jauh lebih tinggi.
5. Otak
Akibat COVID-19, pasien juga mengalami radang ringan hingga parah, stroke, dan kejang di otak. Pasien yang sembuh dari infeksi juga mengeluh mengalami kebingungan mental, sakit kepala, pusing dan penglihatan kabur selama dan setelah pemulihan mereka. Studi juga mengklaim bahwa penyakit Alzheimer dan Parkinson mungkin merupakan beberapa efek jangka panjang dari COVID-19.
6. Pencernaan
Masalah pencernaan dan komplikasi juga telah terjadi pada banyak pasien COVID. Orang-orang mengeluh diare, mual, kehilangan nafsu makan, sakit perut dan masalah pencernaan lainnya, bahkan setelah sembuh. Ini mungkin dipicu karena ketidakmampuan sistem pencernaan untuk menyerap nutrisi dan elektrolit penting saat menderita COVID-19.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- IAGI Ungkap Dua Penyebab Dugaan Sinkhole di Limapuluh Kota
- Indonesia Larang Impor Daging Babi dari Spanyol akibat Wabah ASF
- Bareskrim Selidiki Dugaan Kejahatan Lingkungan di Banjir Bandang Aceh
- Kim Jong Un Klaim Uji Rudal Hipersonik Respons Situasi Global
- Venezuela Bergejolak Usai Maduro Ditangkap Pasukan AS
Advertisement
Advertisement
Jadi Primadona, Umbul Pelem Klaten Raup Omzet Miliaran Sepanjang 2025
Advertisement
Berita Populer
- Jadwal Bus Sinar Jaya ke Pantai Parangtritis dan Baron, 6 Januari 2026
- Tips Tampil Fresh Seharian Meski Tanpa Makeup Berlebihan
- Rekor Nataru 2025, Wisatawan Kulonprogo Tertinggi 3 Tahun
- Jadwal SIM Keliling Sleman, Selasa 6 Januari 2026
- Jadwal KA Bandara Jogja Hari Ini, Selasa 6 Januari 2026
- Harga Emas Pegadaian Hari Ini Naik, UBS dan Galeri24 Kompak Melonjak
- Jadwal SIM Keliling Kota Jogja Hari Ini, 6 Januari 2026
Advertisement
Advertisement




