Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19, Menkes Minta Rumah Sakit Tambah Kuota Tempat Tidur

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. - Youtube Sekretariat Presiden
11 Januari 2021 16:17 WIB Rayful Mudassir News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meminta rumah sakit segera menambah kuota kamar dan tempat tidur untuk pasien Covid-19.

Penambahan jumlah kamar tersebut mengantisipasi adanya potensi puluhan ribu pasien baru yang akan masuk dua pekan setelah libur panjang Natal dan Tahun Baru.

“Saya minta tolong semua dirut rumah sakit, semua pemilik rumah sakit tolong konversikan bed-nya yang tadinya bukan untuk Covid-19 menjadi untuk Covid-19,” kata Budi saat konferensi pers dari Kantor Presiden, Senin (11/1/2021).

Menkes juga meminta agar rumah sakit menambah kuota kamar bagi pasien khusus Covid-19 dari misalnya 10 persen menjadi 30 - 40 persen dari total kamar yang tersedia.

“Secara temporer saja sambil kita bisa menghadapi lonjakan [kasus Covid-19] yang membutuhkan puluhan ribu kasur," ujarnya.

Dia menjelaskan bahwa umumnya kebutuhan jumlah tempat tidur untuk merawat pasien Covid-19 di rumah sakit sekitar 30 persen dari kasus aktif.

Sejak akhir tahun, kasus aktif terus mengalami peningkatan. Pada November kasus aktif sekitar 50.000. Saat ini kata Budi Gunadi, kasus aktif naik signifikan menjadi sekitar 120.000.

Dari hitung-hitungan tersebut, pada November pasien yang membutuhkan kamar tidur hanya 15.000 pasien atau 30 persen dari total kasus aktif 50.000.

Adapun, saat ini kebutuhan tempat tidur meningkat signifikan untuk merawat sekitar 36.000 pasien atau 30 persen dari total kasus aktif yang mencapai 120.000.

“Ini masalah yang akan kita hadapi minggu ini, minggu depan sampai akhir Januari atau awal Februari. Kami sudah mengimbau kepada seluruh rumah sakit baik Dirutnya maupun pemiliknya. Karena rumah sakit yang kami lihat bor [bed occupancy rate] nya sudah rendah tapi masih penuh dan pasien Covid tidak masuk,” tuturnya.

Dia memberi contoh rumah sakit dengan 100 kamar pasien hanya mengalokasi 10 persen untuk pasien Covid-19. Kondisi ini semakin menyulitkan masuknya pasien Covid-19 ke rumah sakit.

Sementara itu, data Kemenkes hingga Minggu (10/1/2021) mencatat total kasus positif Covid-19 di Indonesia telah menembus angka 828.026 orang. Adapun, kasus sembuh totalnya mencapai 681.024 orang, sedangkan kasus yang meninggal mencapai 24.129 orang.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia