Tenaga Medis di Amerika Jatuh Sakit setelah Disuntik Vaksin Pfizer

Tenaga medis di Amerika Serikat jatuh sakit usai mendapatkan suntikan vaksin virus corona Pfizer. - ilustrasi
04 Januari 2021 09:57 WIB Novita Sari Simamora News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Tenaga medis di Amerika Serikat mengungkapkan bahwa efek perlindungan vaksin virus corona (Covid-19) bakalan terlihat setelah beberapa kemudian, usai mendapatkan vaksin dosis kedua.

Mengutip dari The New York Times, Senin (4/1/2021), ada seorang tenaga medis di San Diego yang jatuh sakit sekitar seminggu setelah menerima suntikan pertama vaksin virus corona Pfizer.

Namun, para ahli mengatakan bahwa penyakit ini tidak terduga. Efek perlindungan dari vaksin diketahui membutuhkan setidaknya beberapa minggu untuk diterapkan. “Sakit sebelum menyelesaikan rejimen vaksin dua dosis, tidak boleh merusak potensi vaksin virus corona Pfizer's yang sudah melalui uji klinis tahap akhir,” katanya.

BACA JUGA : Pemerintah Bisa Gratiskan Vaksin Covid-19, Ini Caranya

Adapun dokter bernama Taison Bell di University of Virginia telah menerima vaksin corona Pfizer dosis pertama pada 15 Desember, dan akan segera mendapatkan suntikan kedua.

Sementara itu, perawat California, Matthew W., 45 tahun, dalam laporan ABC10 News, mengaku telah menerima dosis pertama vaksin Pfizer pada 18 Desember. Enam hari kemudian, menurut laporan berita, ia mulai merasakan gejala kecil, termasuk menggigil, otot sakit dan kelelahan.

Megan Ranney, seorang dokter di UGD Brown University, berkata bahwa hal ini seharusnya tidak menimbulkan kekhawatiran. Sebab, vaksinasi harus dilakukan dua kali. Vaksin virus corona membutuhkan setidaknya beberapa hari untuk memberikan efek perlindungan terhadap orang yang mendapatkan suntikan.

BACA JUGA : RS di Jogja Belum Sediakan Vaksin Corona 

Resep Pfizer dirancang di sekitar molekul yang disebut messenger RNA, atau mRNA, yang setelah disuntikkan, memasuki sel manusia dan menginstruksikannya untuk membuat protein virus korona yang disebut spike. Tak satu pun dari komponen ini yang menular atau mampu menyebabkan Covid-19. Tetapi mereka bertindak sebagai peniru virus corona, mengajari tubuh untuk mengenali virus yang sebenarnya untuk mengalahkan virus corona, jika virus itu muncul.

Data dari uji klinis Pfizer menunjukkan bahwa vaksin virus corona mungkin mulai melindungi penerimanya dari penyakit sekitar satu atau dua minggu setelah suntikan pertama. Suntikan mRNA kedua, yang dikirim tiga minggu setelah yang pertama, membantu sel-sel kekebalan memasukkan fitur virus yang paling menonjol ke dalam memori, memastikan proses perlindungan.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia