Advertisement
Meski Pandemi, Negara Ini Tak Wajibkan Warganya Gunakan Masker
Suasana di Kungstradgarden park di Stockholm, Swedia - Bloomberg/Mikael Sjoberg
Advertisement
Harianjogja.com, STOCKHOLM - Swedia sangat longgar menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Negara tersebut hingga saat ini belum mewajibkan penggunaan masker. Sementara itu angka kematian Covid-19 di Swedia sudah menembus angka 7.000.
Sebelumnya, pada Rabu Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperluas rekomendasi kapan penggunaan masker diharuskan.
Advertisement
Menurut WHO, di lokasi virus corona menyebar, masyarakat - termasuk anak-anak dan siswa berusia di atas 12 tahun - harus selalu menggunakan masker.
Penggunaan masker berlaku saat mereka berada di toko, tempat kerja, dan sekolah yang minim ventilasi serta ketika menerima tamu di rumah dengan ventilasi yang buruk.
Namun, Otoritas Kesehatan Swedia, yang sebagian besar berada di balik strategi menentang penguncian Swedia, menahan diri untuk tidak merekomendasikan penggunaan masker.
Pihaknya mengutip bukti lemah soal keefektifan masker dan ketakutan bahwa masker bisa dijadikan alasan untuk tidak mengisolasi diri ketika mengalami gejala.
"Masker wajah mungkin diperlukan di situasi tertentu. Situasi itu belum muncul di Swedia, menurut dialog kami dengan domain [perawatan kesehatan]," kata ketua ahli epidemiologi Swedia, Anders Tegnell saat konferensi pers, Kamis (3/12/2020).
WHO menjelaskan bahwa bukti soal masker lemah.
"Sejauh ini semua riset menunjukkan bahwa jauh lebih penting untuk menjaga jarak fisik ketimbang menggunakan masker," katanya.
Dalam upaya membendung gelombang kedua pandemi, Perdana Menteri Stefan Lofven pada Kamis mengumumkan bahwa sekolah menengah akan beralih ke pembelajaran jarak jauh (PJJ) hingga akhir tahun ini.
Swedia mengonfirmasi 35 kematian baru Covid-19 pada Kamis (3/12/2020), sehingga totalnya mencapai 7.007, dengan 6.485 kasus baru.
Tingkat kematian per kapita Swedia berkali-kali lebih tinggi dibanding negara tetangganya, namun masih lebih rendah daripada sejumlah negara Eropa yang memilih penguncian Covid-19.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Wisatawan Lumajang Tersambar Petir, Satu Tewas di Pantai Bambang
- Gempa M 6,5 Guncang Maluku Barat Daya, Warga Berhamburan
- Iran Batasi Selat Hormuz, Ini Negara yang Diizinkan Melintas
- Kualitas Udara Jakarta Memburuk saat Arus Balik, Kategori Tidak Sehat
- Antrean Truk di Ketapang Mengular 12 Jam, Sopir Keluhkan Layanan
Advertisement
Dana Desa Gunungkidul Cair, Pagu 144 Kalurahan Anjlok Drastis 2026
Advertisement
Musim Semi Tiba, Keindahan Bunga Sakura di Taman Yuyuantan Beijing
Advertisement
Berita Populer
- Jadwal Prameks Kutoarjo-Jogja 29 Maret, Cek Waktu Berangkat
- Nelayan Bantul Hilang di Muara Opak, Motor Terparkir di Hutan Mangrove
- Angin Kencang di Prambanan: Belasan Rumah Rusak dan Joglo Roboh
- Volume Surat Menyurat Turun 40 Persen, Ini Strategi Kantor Pos Jogja
- HUT ke-22 Tagana Sleman: Danang Maharsa Puji Dedikasi Relawan
- Ansyari Lubis Minta PSS Sleman Tampil Maksimal Lawan Kendal Tornado
- Tabrakan Maut Lawan Truk Hino di Jalur Jogja-Wonosari, Pemotor Tewas
Advertisement
Advertisement







