BP2MI Pulangkan 470 Jenazah PMI ke Tanah Air Selama 10 Bulan Terakhir

Kepala BP2MI Benny Rhamdani (kanan) berbincang dengan salah satu purna PMI yang mengembangkan usaha dalam peringatan Migrant Day di UPT BP2MI DIY, Jumat (13/11/2020). - Ist/BP2MI.
13 November 2020 18:17 WIB Sunartono News Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) berhasil memulangkan 470 jenazah Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke tanah air selama 10 bulan terakhir. Para PMI tersebut meninggal dunia di luar negeri dengan beragam penyebab mulai dari sakit hingga mengalami tindak kekerasan dari majikan.

Kepala BP2MI Benny Rhamdani mengatakan sebanyak 470 jenazah telah berhasil dipulangkan sejak awal Januari 2020 hingga akhir Oktober 2020 dengan berbagai penyebab meninggal. Mulai dari memiliki masalah saat bekerja hingga mendapatkan tindak kekerasan dari majikan. Selain itu ada yang sudah sakit sejak akan berangkat tetapi karena melalui jalur ilegal sehingga tetap diberangkatkan dan mendapatkan eksploitasi di tempat kerja sehingga memperparah sakitnya.

BACA JUGA : Sudah Ratusan Pekerja Migran Pulang ke DIY

“Diberangkatkan secara ilegal akhirnya bekerja dengan penempatan alami eksploitasi jam kerja, perlakuan tidak menyenangkan sehingga memperparah sakitnya kemudian meninggal dunia. Tidak semuanya korban kekerasan. 470 jenazah itu semua sudah kami pulangan ke tanah air biaya negara,” ungkapnya dalam Migrant Day bertajuk Purna Kreatif Ekonomi Bangkit di Kantor UPT BP2MI DIY Jumat (13/11/2020).

Plt Kepala UPT BP2MI DIY Diah Andarini mengatakan dari ratusan jenazah yang dipulangkan ke tanah air memang ada satu di antaranya berasal dari DIY. Pada tahun-tahun sebelumnya juga ada PMI dari DIY yang meninggal dunia di tempat bekerja namun jumlahnya tidak banyak. Karena selama ini para PMI DIY lebih banyak berangkat melalui jalur resmi sehingga bisa dikontrol dengan baik.

“Memang ada yang dari DIY, tetapi tidak banyak dan mereka meninggal dunia di luar negeri karena sakit, bukan akibat atau sebagai korban kekerasan. Proses pemulangannya semua ditanggung negara,” ucapnya.

Pemberdayaan PMI

Benny menambahkan pihaknya juga memulangkan 190.000 PMI dan 430 PMI dalam keadaan sakit untuk kembali ke tanah air dengan sepenuhnya biaya ditanggung negara. PMI yang sudah kembali ke tanah air kemudian diberikan pendampingan seperti dukungan permodalan hingga pemasaran agar bisa mandiri dalam membuka usaha.

BACA JUGA : Terus Bertambah, Ada 1.466 Pekerja Migran yang Pulang 

“Problem PMI segala jenis usaha produk rumahan kendala permodalan, kita sharing pusat setengahnya, pemda setengahnya untuk permodalan, berapa per kelompok. Kami akan carikan bapak angkat bagi kelompok usaha PMI ini,” katanya.

Pada kegiatan tersebut juga dipamerkan hasil usaha rumahan dari 30 kelompok purna PMI dari berbagai kabupaten di DIY. Benny menilai purna PMI asal DIY bisa menjadi percontohan bagi daerah lain karena mereka rata-rata bisa mengembangkan usaha yang tidak hanya berdampak pada diri mereka sendiri namun pada warga lainnya. Mulai dari mampu membuka usaha rumahan hingga merekrut pekerja dari tetangga hingga mengembangkan desa wisata yang berdampak ekonomi lebih luas di daerah sekitarnya “DIY ini menurut kami kreatif dan bisa jadi percontohan,” ujarnya.

Perangi Sindikat

Namun PMI bukan tanpa masalah, kata Benny, saat ini masih banyak sindikat yang berusaha mengiming-imingi warga dengan gaji besar dengan dikirim ke luar negeri secara ilegal. Di mana mereka diberangkatkan tanpa dibekali kompetensi yang memadai sehingga mendapatkan pekerjaan sektor informal sehingga dominan terjadi eksploitasi kekerasan fisik seksual, tidak dibayar sesuai kontrak sering dialami.

Oleh karena itu pihaknya tidak mengizinkan pengiriman PMI yang bekerja di sektor informal, melainkan harus memiliki bekal kompetensi. Sehingga para calon PMI harus diberikan pelatihan agar memiliki kompetensi.

“Mari kita perangi sindikat agar tidak jadi korban calo, diiming-imingi pekerjaan gaji besar padahal itu bagian dari sindikat. UU memandatkan, tugas penyebaran informasi jadi tanggungjawab pemdes, pemda, sehingga kami butuh sinergi,” katanya.

BACA JUGA : Migrant Care Sebut 43.000 Buruh Gagal Berangkat ke Luar

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi DIY Aria Nugrahadi menyatakan PMI merupakan pejuang devisa bagi negara, tentu Pemda DIY siap bersinergi dengan BP2MI dalam meningkatkan kualitas layanan. Seperti menyiapkan keberangkatan dengan pelatihan agar memiliki kompetensi. Pemda DIY telag melaunching aplikasi belanja online yang bisa dimanfaatkan untuk pemasaran hasil produk dikembangkan purna TKI.

“Ruang masih terbuka di DIY asal memiliki semangat untuk memberikan pelatihan tinggal dikoordinasikan, juga ada program pembebasan ongkos kirim. Wisatawan yang saat ini sudah datang saatnya produk lokal yang diproduksi purna PMI nantinya bisa menjadi bagian dari pengembangan DIY,” katanya.