13 Kali Bulan Purnama Warnai 2026, Ada Blue Moon dan Gerhana
Tahun 2026 dihiasi 13 kali bulan purnama, termasuk Blue Moon, supermoon, dan dua gerhana bulan, salah satunya gerhana total terakhir sebelum 2028.
Godwit/Livescience
Harianjogja.com, JAKARTA - Seekor burung jenis Godwit ekor belang (Limosa lapponica) baru saja memecahkan rekor terbang selama 11 hari langsung dari Alaska ke Selandia Baru sejauh 7.500 mil (12.000 kilometer) tanpa henti.
Waktu tempuh itu, memecahkan penerbangan nonstop terpanjang di antara burung yang diketahui para ilmuwan, demikian dilansir dari Livescience.
"Godwits ekor belang besar, berisik, dan berwarna kayu manis," menurut National Audubon Society.
Mereka dikenal melakukan migrasi yang mengesankan antara Alaska dan Selandia Baru, terbang ribuan mil tanpa henti. Para ilmuwan melacak godwit jantan khusus yang dikenal sebagai "4BBRW" untuk identifikasi cincin berwarna di kakinya, melalui satelit onboard. Pada 2019, mereka menangkap dan menandai 4BBRW bersama dengan 19 godwits ekor belang lainnya di Firth of Thames, tenggara Auckland.
Setelah meninggalkan Alaska, godwit terbang ke selatan di atas Kepulauan Aleut dan mendarat di sebuah teluk dekat Auckland di Selandia Baru 11 hari kemudian. Satelitnya mencatat waktu di 7.987 mil (12.854 km),.
Tetapi kesalahan pembulatan kemungkinan berarti bahwa perjalanan sebenarnya diperpanjang sekitar 7.581 mil (12.200 km), menurut para ilmuwan. Terkadang, dia terbang hingga 55 mph (89 km / jam). Sebelumnya, penerbangan nonstop terpanjang yang tercatat di antara burung dilakukan oleh godwit ekor belang betina yang terbang sekitar 7.145 mil (11.500 km) dalam sembilan hari pada tahun 2007, menurut National Geographic.
Mereka memang hidup dengan jam terbang perjalanan yang begitu lama. "Mereka memiliki tingkat bahan bakar-ke-energi yang sangat efisien," kata Jesse Conklin, yang merupakan bagian dari Global Flyway Network, sekelompok ilmuwan yang mempelajari migrasi tersebut.
"Mereka dirancang seperti jet tempur. Sayap panjang, runcing dan desain yang sangat ramping, yang memberi mereka banyak potensi aerodinamis," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Tahun 2026 dihiasi 13 kali bulan purnama, termasuk Blue Moon, supermoon, dan dua gerhana bulan, salah satunya gerhana total terakhir sebelum 2028.
Tiga calon Sekda Sleman sudah dikantongi Bupati. Tinggal tunggu restu Sri Sultan sebelum pelantikan.
Film Indonesia berlatar Jogja raih penghargaan di Cannes 2026. Kisah identitas ‘Yanto’ memikat penonton dunia.
Pantai Glagah jadi motor lonjakan PAD pariwisata Kulonprogo 2026. Kunjungan wisatawan ikut meningkat tajam.
UPN Jogja nonaktifkan dosen terduga pelaku kekerasan seksual. Kasus ditangani Satgas, korban dilindungi.
KPPN Wonosari ajak pemangku kepentingan tolak gratifikasi. Ini batasan yang masih diperbolehkan menurut aturan.