Jadi Yatim Piatu karena Kecelakaan, Bocah 1,5 Tahun asal Sleman Selamat di Pangkuan Ibunya

Bocah yang selamat dari kecelakaan duduk di pangkuan seorang nakes di taman belakang IGD RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen, Sabtu (3/10/2020). - JIBI/Solopos/Tri Rahayu
03 Oktober 2020 12:17 WIB Tri Rahayu News Share :

Harianjogja.com, SRAGEN—Bocah perempuan berkulit putih bersih itu dipangku Erna, 37, tenaga kesehatan (nakes) RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen, Jawa Tengah. Erna duduk di tembok pembatas taman setinggi 50 cm di belakang Instalasi Gawat Darurat (IGD), sambil menyuapkan bubur kepada balita 1,5 tahun itu.

Erna belum mengetahui nama bocah yang baru saja menjadi yatim piatu karena kedua orang tuanya meninggal dunia dalam kecelakaan lalu lintas di Jalan Tol Solo-Ngawi Km 522 Masaran, Sragen, Sabtu (3/10/2020) sekitar pukul 02.00 WIB.

Bocah itu hanya terdiam. Sesekali merengek. “Ayo makan dulu. Habis itu mandi biar segar ya!” ujar Erna dengan lembut.

BACA JUGA: Tabrakan Mobil di Jalan Magelang Sleman, 4 Orang Meninggal Dunia

Luka gores masih terlihat di dahi dan tangan si bocah. Erna mencoba melihat-lihat pakaiannya dan menemukan serpihan kaca dari mobil Honda City yang ditumpangi balita nahas itu bersama kedua orangtua. Kaca mobil remuk setelah menghantam pantat truk bermuatan kayu. Anak itu satu-satunya yang selamat.

Saat kecelakaan, si bocah berada di pangkuan ibunya. “Kaca kecil-kecil masih ada di sela-sela lipatan bajunya. Harus hati-hati biar tidak menggores,” kata Erna yang berbincang dengan rekannya Yuli.

Seorang petugas keamanan IGD RSUD Sragen, Azzis, ikut serta menghibur anak itu tetapi tak mampu membuat bocah itu tersenyum. Bocah itu justru merebahkan kepanya di pundak Erna.

BACA JUGA: Sedan Seruduk Truk, 2 Warga Sleman Meninggal, 1 Balita Selamat di Pangkuan Ibunya

“Ibu anak itu sempat masuk IGD pada pukul 02.40 WIB. Namun, setelah diperiksa sudah meninggal dunia. Kemungkinan meninggalnya saat perjalanan dari tol ke RSUD ini. Saat itu saya menemukan struk  pengisian deposit e-tol di Klaten sekitar pukul 01.00 WIB. Jadi kecelakaannya satu jam setelahnya,” ujar Azzis.

Di kamar jenazah RSUD, dua petugas forensik memandikan tiga jenazah korban kecelakaan, dua di antara mereka adalah orang tua bocah itu, yakni Aditya Pradana, 31, dan Rezka Paranita Putri, 28, keduanya warga Sleman. Satu korban lain bernama Dedek Faisal Zakaria, 26, warga Blitar, Jawa Timur. “Pihak keluarga dari Sleman sudah meluncur ke RSUD Sragen. Sementara keluarga di Blitar juga sudah diberi tahu,” ujar Dedy.

Tiga orang itu meninggal dunia setelah sedan Honda City berpelat nomor AB 1411 RU yang mereka tumpangi menyeruduk truk tronton bermuatan kayu karet berpelat nomor B 9176 ZO. Kanit Laka Satlantas Polres Sragen Ipda Irwan mengatakan kecelakaan itu berawal saat truk bermuatan kayu itu berjalan dari barat ke timur atau dari arah Solo ke Surabaya. Sebuah mobil sedan Honda City warna hitam juga melaju di belakang truk.

BACA JUGA: Penyebab Padamnya Api Abadi Mrapen Grobogan, Ini Hasil Penelusuran Sementara ESDM

“Setelah mendekati lokasi kejadian, mobil Honda City tersebut hilang kendali yang akhirnya membentur bak belakang truk itu,” ujarnya.

Kernet truk, Ripan, 66, warga Malang, Jawa Timur, saat ditemui JIBI, mengatakan truk ini bermuatan kayu karet yang diambil dari Bawen, Semarang, untuk diantar ke Mojokerto, Jawa Timur. Ripan duduk berdekatan dengan sopir truk, Sunarko, yang sama-sama warga Malang.

“Kami mendengar ada suara letusan ban dari belakang. Kemudian truk warna merah itu menepi. Setelah dicek ke belakang ternyata ada mobil sedan yang menempel di bawah bak truk bagian belakang,” katanya.