Advertisement
Korban Kedua Pesawat ATR Ditemukan di Jurang Bulusaraung
Kepala Badan SAR Nasional, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii (tengah), didampingi Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi (kanan) dan Kapolda Sulsel, Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro (kiri), di Posko Tim Advance Jungle Unit (AJU) Kantor Desa Tompo Bulu, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Senin (19/1 - 2026). ANTARA
Advertisement
Harianjogja.com, MAROS—Operasi pencarian pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) di pegunungan Bulusaraung kembali membuahkan hasil. Tim SAR gabungan menemukan satu korban tambahan pada hari ketiga pencarian, menandai bertambahnya jumlah korban kecelakaan pesawat di wilayah perbatasan Maros–Pangkep, Sulawesi Selatan.
Kepala Badan SAR Nasional, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, menyampaikan penemuan tersebut di Kantor Badan SAR Nasional Kelas A Makassar, Kompleks Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Senin (19/1/2026).
Advertisement
“Hari ini telah ditemukan satu korban,” kata Syafii kepada wartawan.
Korban yang ditemukan berjenis kelamin perempuan. Tim SAR gabungan memperoleh laporan dari tim pencarian lapangan sekitar pukul 14.00 WITA. Sehari sebelumnya, satu korban berjenis kelamin laki-laki juga telah ditemukan, sehingga total korban yang berhasil dievakuasi kini berjumlah dua orang.
BACA JUGA
Meski demikian, identitas korban belum dapat dipastikan. Proses identifikasi akan dilakukan oleh tim Identifikasi Korban Bencana (DVI) Polri.
“Nanti, mungkin (identitas) persisnya dari DVI. Informasi awal korban pertama yang kita temukan berjenis kelamin laki-laki dan kedua informasi yang kita dapatkan ini berjenis kelamin perempuan,” paparnya kepada awak media.
Syafii menjelaskan, korban ditemukan di tebing Gunung Bulusaraung dengan kondisi medan yang sangat terjal dan curam. Lokasi penemuan berada di jurang dengan kedalaman sekitar 500 meter dari puncak gunung.
“Kondisi tebing yang sangat terjal dan curam. Korban (ditemukan) diperkirakan di kedalaman 500 meter dari puncak Gunung Bulusaraung. Untuk menentukan identitas dari korban tentunya bukan dari kita. Saya sampaikan, saat ini sedang dalam proses evakuasi,” tuturnya.
Pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport sebelumnya dinyatakan hilang kontak di wilayah pegunungan Bulusaraung, perbatasan Kabupaten Maros dan Pangkajene Kepulauan, seusai hendak mendarat di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin pada Sabtu siang (17/1/2026).
Pesawat tersebut mengangkut 10 orang, terdiri atas tujuh kru dan tiga penumpang. Tiga penumpang diketahui merupakan pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan, yakni Ferry Irawan, Deden Mulyana, dan Yoga Naufal.
Adapun tujuh kru pesawat adalah kapten pilot Andi Dahananto, kopilot Muhammad Farhan Gunawan, serta awak kabin Hariadi, Restu Adi, Dwi Murdiono, Florencia Lolita, dan Esther Aprilita. Proses pencarian dan evakuasi terus dilanjutkan dengan fokus pada medan jurang Bulusaraung yang ekstrem, sembari menunggu hasil identifikasi resmi dari tim DVI Polri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Museum Iptek Hainan Dibuka, Tawarkan Wisata Sains Imersif
Advertisement
Berita Populer
- BMKG Ingatkan Hujan Lebat Masih Mengintai DIY hingga 21 Januari 2026
- Libur Panjang Januari, Pantai Glagah Dibanjiri Wisatawan dari Jateng
- Workshop Mindfulness untuk Perawat Jiwa Digelar di Jogja
- Ancaman Longsor Bayangi SDN Kokap, Rekahan Tanah Makin Melebar
- Hujan Lebat Picu Banjir di Panggungharjo dan Pohon Tumbang di Pandak
- PSS Sleman Gagal Amankan Tiga Poin, Persela Samakan Skor di Akhir Laga
- Banjir Pekalongan Lumpuhkan Jalur Rel, KAI Batalkan 82 Kereta
Advertisement
Advertisement




