Kabar Bagus! WHO Pastikan Vaksin Covid-19 Tersedia Pertengahan Tahun Depan

Ilustrasi vaksin Covid-19. - Antara
28 September 2020 13:37 WIB Desyinta Nuraini News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memastikan vaksin Covid-19 akan tersedia pada pertengahan 2021. 

Kepala Ilmuwan WHO, Soumya Swaminathan, dalam sebuah wawancara virtual mengatakan saat ini ada lebih dari 200 kandidat vaksin virus Corona (Covid-19).

"Saat ini ada delapan kandidat vaksin dalam tahap akhir uji klinis," ujarnya dikutip dari laman Facebook resmi WHO, Senin (28/9/2020). 

BACA JUGA: Ratusan Hektare Sawah di Wilayah Ini Bakal Tergusur Tol Jogja-Solo

Soumya memperkirakan hasil uji klinis dari delapan kandidat vaksin itu rampung pada akhir tahun ini atau awal 2021. WHO akan melihat keamanan dan efikasi vaksin tersebut. 

Setelah hasilnya bagus, semua regulator di dunia akan melihat data dan membuat persetujuan terhadap kandidat vaksin. Kemudian vaksin diproduksi dan dikirim ke seluruh dunia. 

"Di pertengahan 2021 masyarakat akan mendapatkan vaksin," sebut Soumya.

BACA JUGA: Punya Bek Sangat Payah Saat Dihajar Leicester, City Kini Dapatkan Ruben Dias

Dia menjelaskan terdapat beberapa syarat vaksin yang ideal. Pertama dari segi efektifitas. Setidaknya 70% orang menerima manfaat setelah disuntikkan vaksin. 

Kemudian, 50% vaksin tersebut aman untuk digunakan dalam jangka waktu pendek maupun panjang. 

Vaksin harus aman digunakan kepada anak-anak, ibu hamil, hingga lansia. "Satu suntikan bisa memberikan imunitas dalam jangka waktu yang lama," imbuhnya.

Vaksin juga harus mudah untuk dijual dan didistribusikan. Artinya vaksin tidak memerlukan fasilitas penyimpanan di cold storage atau bisa disimpan di mana saja dan dalam kondisi apa pun.

BACA JUGA: Hanya Butuh 25 Menit bagi Luis Suarez untuk Cetak Brace Pertama di Atletico Madrid

Soumya menerangkan WHO telah memberikan standar dalam memproses kandidat vaksin. Sebelum didistribusikan, WHO akan melihat dari segi efikasi, profil keamanan, dan karakteristik lain dari vaksin. Semua regulator harus memperhatikan hal ini. 

Pengembang vaksin juga wajib menunjukkan data secara detail terkait penelitian mereka.  WHO memiliki proses yang disebut prekualifikasi atau menguji kualitas vaksin ataupun obat. WHO juga memiliki grup ahli penasihat strategis (SAGE) yang memiliki peran membuat pedoman kebijakan vaksin.

"Mereka akan melihat data secara hati-hati sebelum mereka membuat rekomendasi untuk menggunakan vaksin," tuturnya. 

BACA JUGA: Anggap Masyarakat Bola Sulit Diatur, IPW Minta Liga 1 Dibatalkan, Ini Respons PT LIB

Lalu setelah vaksin disetujui, siapa yang akan mendapatkannya dalam tahap awal?

Soumya menyebut hal itu tengah didiskusikan dengan negara anggota. Namun dalam pembahasan semua setuju mereka yang pertama mendapatkan vaksin adalah para petugas medis dan petugas di garis depan dalam penanganan Covid-19.

Setelah petugas medis dan petugas garda depan penanganan Covid-19, Soumya mengatakan mereka yang masuk dalam kategori tentang seperti lansia dan kelompok orang dengan penyakit bawaan menempati posisi kedua prioritas vaksin. 

Karena dosis vaksin yang terbatas, tentu semua orang tidak dapat menerimanya. Perlu waktu berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun agar vaksin diproduksi massal dan bisa diberikan secara merata kepada seluruh masyarakat.

 

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia