Advertisement
Polisi Gagalkan Penarikan Paksa Mobil oleh Debt Collector
Foto ilustrasi penangkapan. - Dibuat menggunakan Artificial Intelligence - AI
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Polisi menggagalkan upaya penarikan mobil secara paksa oleh debt collector di Jakarta Pusat setelah menerima laporan melalui Call Center 110.
Tim Polsek Johar Baru tiba di lokasi hanya delapan menit setelah laporan masuk dan mendapati enam debt collector yang berupaya menarik kendaraan pelapor. Polisi memastikan penarikan tak dapat dilakukan karena pemilik telah melunasi kewajibannya pada 4 November 2025.
Advertisement
Melalui mediasi, kepemilikan mobil dinyatakan sah tetap pada pemilik berdasarkan bukti pelunasan dan surat kesepakatan dengan pihak leasing. Polisi menegaskan penarikan kendaraan wajib mengikuti prosedur tanpa intimidasi dan meminta warga segera melapor jika menghadapi ancaman.
Namun setelah ditelusuri, rupanya pemilik mobil tersebut telah menyelesaikan kewajibannya. "Setiap pengaduan masyarakat melalui 110 akan kami tindaklanjuti secara cepat," kata Susatyo di Jakarta, Kamis.
Menurut dia, laporan yang diterima petugas dari pelapor berinisial AP itu menyebutkan beberapa penagih hutang mencoba mengambil mobil miliknya secara paksa.
Menindaklanjuti laporan tersebut, tim dari Polsek Johar Baru langsung mendatangi lokasi kejadian.
Hanya dalam waktu delapan menit, petugas tiba dan menemukan enam orang debt collector dari sebuah perusahaan pembiayaan yang berniat menarik kendaraan milik pelapor.
"Tidak boleh ada penarikan kendaraan secara paksa dan dengan cara-cara yang meresahkan. Masyarakat diimbau untuk segera melapor jika menghadapi ancaman atau tindakan yang meresahkan, agar petugas dapat hadir memberikan perlindungan," ujar Susatyo.
Kejadian itu terjadi pada Rabu (3/12) sekitar pukul 17.13 WIB. Guna memastikan penyelesaian yang adil, pemilik kendaraan, mobil, dan para penagih hutang itu dibawa ke Polsek Johar Baru untuk dilakukan mediasi.
Dari hasil mediasi tersebut, diketahui pemilik kendaraan telah melunasi kewajibannya paa 4 November 2025 di kantor leasing. Kendaraan itu pun sah tetap menjadi hak pemilik, diperkuat dengan surat pernyataan dan kesepakatan bersama antara pihak kreditur, leasing, dan penasihat debt collector.
"Penarikan kendaraan wajib dilakukan sesuai prosedur resmi dan tanpa intimidasi. Jika ada unsur paksaan, kami akan tindak tegas sesuai hukum," ucap Susatyo.
Polisi mengimbau masyarakat agar segera menghubungi Call Center 110 jika menghadapi ancaman atau tindakan yang meresahkan, sehingga petugas dapat segera hadir untuk memberikan perlindungan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- BMKG Wanti-wanti Hujan Lebat di Jateng hingga Akhir Januari 2026
- PLN Hadirkan Tambah Daya Listrik Instan untuk Hajatan dan Proyek
- KPK Duga Modus CSR Dipakai dalam Aliran Dana Wali Kota Madiun
- OTT Madiun Seret Kepala Daerah hingga Swasta, Ini Rinciannya
- Guru dan Murid di Jambi Adu Jotos, Kasus Berujung Laporan ke Polda
Advertisement
Lupa Cabut Kunci, Motor Warga Trirenggo Bantul Digondol Pencuri
Advertisement
Diawali dari Langgur, Cerita Wisata Kepulauan Kei Dimulai
Advertisement
Berita Populer
- Kisah Terakhir Yoga Naufal Sebelum Pesawat IAT Hilang Kontak
- Anggaran Bantuan Hukum Bantul Menyusut, Akses Warga Miskin Terbatas
- Fitur Trade-In Motorku X Mudahkan Pecinta Sepeda Motor Honda
- DPR RI Soroti Dugaan Kendala Teknis Pesawat ATR Hilang Kontak
- KPK Periksa Adik Sugiri Sancoko Terkait Kasus Suap Pemkab Ponorogo
- Jaksa Agung Pastikan Perkara Guru Honorer Muaro Jambi Dihentikan
- Puluhan Lapak Penjahit Terban Dibongkar, Trotoar Dikembalikan
Advertisement
Advertisement



