Advertisement
Ratusan Hektare Sawah di Wilayah Ini Bakal Tergusur Tol Jogja-Solo
Gunung Merapi jadi latar belakang persawahan di kawasan Prambanan, Klaten, Jawa Tengah. - Antara/Hendra Nurdiyansyah
Advertisement
Harianjogja.com, KLATEN — Mayoritas lahan terdampak proyek pembangunan jalan tol Jogja-Solo di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah dipastikan berupa sawah. Sementara itu, para petani belum memiliki rencana untuk mencari sawah pengganti.
Berdasarkan surat keputusan (SK) penetapan lokasi (Penlok) pengadaan lahan untuk pembangunan jalan tol Jogja-Solo di wilayah Klaten, luas total luas lahan terdampak proyek pembangunan jalan tol sekitar 377,5 hektare (ha). Lahan itu berada di 50 desa yang tersebar di 11 kecamatan.
Advertisement
BACA JUGA : Tol Jogja-Solo Diprediksi Sudah Bisa Digunakan Pada 2023
Kepala Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKPP) Klaten, Widiyanti, mengatakan dari total luasan lahan yang terdampak tol, ada sekitar 375 ha lahan pertanian.
Terkait kondisi itu, Widiyanti mengatakan jika dibandingkan dengan luas lahan pertanian di Klaten, sawah terdampak tol itu sekitar 1% hingga 2%. Pasalnya, total luas lahan di Klaten saat ini sekitar 31.000 ha.
"Artinya jika dikonversi dengan luas lahan itu sekitar 1% lebih sedikit," kata Widiyanti saat berbincang dengan JIBI, Kamis (24/9/2020).
Dengan kondisi itu, Widiyanti kembali meyakini proyek pembangunan jalan tol Jogja-Solo yang menggilas 375 ha sawah tak terlalu berpengaruh dengan ketahanan pangan di Klaten. Sebagai informasi, surplus beras di Klaten pada 2019 sekitar 131.000 ton.
BACA JUGA : Warga Terdampak Tol Jogja-Solo Minta Kepastian
"Mudah-mudahan tidak terlalu banyak menggangu ketersediaan pangan di Klaten," ungkap dia.
Salah satu petani asal Desa Kapungan, Kecamatan Polanharjo, Mulyono, 46, mengaku sawah milik keluarganya bakal terdampak proyek tol. Patok penanda wilayah yang akan dilewati jalan tol sudah terpasang di wilayah Kapungan.
Belum lama ini, sudah ada petugas yang melakukan pengukuran lahan terdampak di wilayah Kapungan termasuk sawah milik keluarganya.
Soal rencana setelah kehilangan sawah, Mulyono mengaku belum memiliki rencana. Ia belum tahu akan tetap menjadi petani dengan membeli sawah di tempat lain di Klaten atau berganti usaha lain.
"Karena saat ini juga belum ada gambaran berapa besar nilai ganti kerugiannya. Harapannya ganti kerugian nanti yang diberikan sesuai agar bisa digunakan untuk modal usaha," kata dia.
BACA JUGA : Sultan Pastikan Tanah untuk Tol Jogja-Solo Dilepas Tahun Ini
Petani di Desa Kapungan lainnya, Suroto, 67, juga mengaku belum memiliki rencana untuk mencari sawah pengganti ketika sawah milik keluarganya benar-benar diterjang jalan tol. "Belum pasti nanti nilai per meter per seginya berapa. Ada dua patok sawah milik keluarga yang terdampak jalan tol," jelas dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : JIBI/Solopos
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Logo HUT ke-271 DIY Resmi Diluncurkan di Malioboro, Ini Maknanya
Advertisement
Festival Sakura 2026 di Arakurayama Batal, Turis Jadi Sorotan
Advertisement
Berita Populer
- Muncul Gerakan Tanah dan Longsor di Cilacap, Ini Kata BPBD
- Israel Resmi Gabung Board of Peace Bentukan Trump
- Gojek Integrasikan GoCar Instant di RSUP Sardjito
- Diskominfo Latih Kelompok Masyarakat Gunungkidul Jadi Jurnalis Warga
- Pemkot Jogja Atur Jam Hiburan Malam dan Kuliner Saat Ramadan 2026
- Bahlil Sebut RI Rentan Jika Impor Minyak Terganggu Perang
- Diduga Korupsi, Lurah dan Carik Bohol Gunungkidul Dituntut Penjara
Advertisement
Advertisement







