Pajar Ariyana ke Final Asian Games 2026, Hadapi Kanoa Igarashi
I Made Pajar Ariyana lolos final shortboard putra Asian Games 2026 setelah mengalahkan Jayuard Alciso dari Filipina.
Hujan. - Foto ilustrasi dibuat oleh AI/Freepik
Harianjogja.com, CILACAP—Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi cuaca ekstrem di Jawa Tengah pada 4-10 Desember 2025 akibat gangguan atmosfer yang memicu hujan lebat disertai kilat dan angin kencang. Potensi cuaca ekstrem ini harus diwaspadai khususnya di wilayah dataran tinggi dan lereng berbukit karena risiko longsor meningkat.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi cuaca ekstrem di Jawa Tengah pada 4-10 Desember 2025 akibat gangguan atmosfer yang meningkatkan pembentukan awan konvektif pemicu hujan lebat disertai kilat dan angin kencang.
Ketua Tim Kerja Pelayanan Data dan Diseminasi Informasi BMKG Stasiun Meteorologi (Stamet) Tunggul Wulung Cilacap Teguh Wardoyo di Cilacap, Kamis, mengatakan berdasarkan data dirilis BMKG Stamet Ahmad Yani Semarang, potensi cuaca ekstrem tersebut dipicu beberapa faktor atmosfer, mulai dari suhu hangat permukaan laut di Laut Jawa yang meningkatkan uap air hingga adanya belokan dan pertemuan angin di wilayah setempat.
Selain itu, aktifnya gelombang ekuatorial Rossby, tingginya kelembapan udara di berbagai lapisan, serta labilitas lokal yang kuat turut mendukung terbentuknya awan konvektif Cumulonimbus yang memicu hujan lebat.
BMKG mencatat wilayah yang perlu diwaspadai pada periode 4-10 Desember 2025, meliputi sebagian besar kabupaten/kota di Jawa Tengah, dengan intensitas hujan bervariasi setiap hari.
Daerah yang berpotensi terdampak cuaca ekstrem pada 4 Desember, di antaranya Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Kebumen, Purworejo, Magelang, Boyolali, hingga wilayah pesisir utara seperti Demak, Jepara, dan Rembang.
Pada 5-7 Desember, cuaca ekstrem diprakirakan masih berlanjut di wilayah pegunungan tengah, seperti Wonosobo dan Banjarnegara, serta wilayah pantura, termasuk Batang, Pekalongan, Pemalang, Tegal, dan Brebes.
Pada 8-10 Desember, potensi serupa meluas ke sejumlah daerah, seperti Grobogan, Pati, Kudus, dan kembali ke wilayah barat Jawa Tengah.
“Wilayah dataran tinggi dan lereng berbukit menjadi lokasi yang harus lebih waspada karena potensi longsor meningkat saat intensitas hujan tinggi,” katanya.
Terkait dengan kondisi cuaca tersebut, dia mengimbau masyarakat mewaspadai bencana hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, dan pohon tumbang.
Ia mengingatkan masyarakat untuk menghindari aktivitas di sekitar sungai serta menjauhi lereng rawan longsor ketika hujan deras.
“Jika terjadi hujan lebat disertai kilat dan angin kencang, masyarakat sebaiknya tidak beraktivitas di luar ruangan dan menjauhi pohon besar, baliho, atau tiang listrik,” katanya.
Ia meminta pemerintah daerah dan pihak terkait meningkatkan upaya mitigasi serta memperluas penyebaran informasi peringatan dini kepada masyarakat.
“Informasi cuaca terkini dapat diakses melalui kanal resmi BMKG, termasuk laman web, media sosial @cuaca_jateng, atau layanan Call Center 196,” kata Teguh.
BMKG menegaskan pentingnya kewaspadaan masyarakat dan pemerintah daerah di Jawa Tengah dalam menghadapi cuaca ekstrem 4-10 Desember 2025 agar dampak bencana hidrometeorologi dapat diminimalkan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
I Made Pajar Ariyana lolos final shortboard putra Asian Games 2026 setelah mengalahkan Jayuard Alciso dari Filipina.
Perbaikan Jalan Srandakan-Poncosari-Pandansimo Bantul mencapai 43,309 persen, melampaui target dan ditargetkan selesai 28 Desember 2026.
Stasiun Lempuyangan ditata bertahap hingga 2027. Mulai 2028, penumpang KRL akan dilayani melalui akses Utara.
Gerai KDMP Tuksono di Sentolo, Kulonprogo, dinilai strategis meski tak berada di tengah permukiman. Operasional menunggu verifikasi dan validasi.
Tujuh kambing mati mendadak di Semanu, Gunungkidul. Lima warga mengalami luka kulit dan menjadi suspek antraks, hasil lab masih ditunggu.
Masinis KA Argo Bromo Anggrek ditetapkan sebagai tersangka kecelakaan di Bekasi. Ancaman hukuman maksimal 5 hingga 12 tahun penjara.