Advertisement
Begini Cara Menangani Pasien Covid-19 yang Terkena Happy Hypoxia
Petugas medis memeriksa kesiapan alat di ruang ICU Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Senin (23/3/2020). Presiden Joko Widodo yang telah melakukan peninjauan tempat ini memastikan bahwa rumah sakit darurat ini siap digunakan untuk karantina dan perawatan pasien Covid-19. Wisma Atlet ini memiliki kapasitas 24 ribu orang, sedangkan saat ini sudah disiapkan untuk tiga ribu pasien. - Antara
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA – Happy hypoxia menjadi silent killer atau pembunuh senyak di tengah pandemi Covid-19 saat ini. Bagaimana menangani pasien yang terkena gejala ini?
Dokter Spesialis Paru dari Rumah Sakit (RS) Persahabatan Erlina Burhan mengatakan masyarakat sebetulnya tidak perlu panik akan happy hypoxia selama mengenali dan memahami betul seperti apa gejalanya.
Advertisement
“Happy hypoxia ini tidak ditemukan di orang sehat, atau pasien Covid-19 yang tanpa gejala. Selama ini hanya ditemukan di pasien bergejala, karena gejalanya batuk menetap dan kondisi pasien yang berangsur melemah tanpa sesak napas,” jelasnya, Rabu (16/9/2020).
Apabila mengalami gejala tersebut, pasien Covid-19 bisa melakukan penanganan awal dengan cara mengukur kadar oksigen dalam darah menggunakan alat pulse oximeter.
Harganya hanya Rp100.000 – Rp150.000 dan bisa ditemukan di apotek atau e-commerce.
Dengan alat tersebut, bisa dipantau kadar oksigen, yang pada orang normal berkisar antara 95-100 persen.
Apabila kurang dari itu, penderita Covid-19 bisa melaporkan langsung ke rumah sakit dan meminta perawatan.
“Tapi buat yang sehat tidak usah beli! Jangan beli, ini hanya untuk yang bergejala saja,” tegasnya.
Kemudian, di rumah sakit, penderita happy hypoxia bisa meminta untuk diterapi oksigen untuk menambah kadar oksigen dalam darah, sehingga tidak sampai terjadi kerusakan organ dalam tubuh.
Sebagai langkah untuk menghindari terkena happy hypoxia, yang pertama adalah jangan sampai terkena Covid-19 dengan patuh melaksanakan 3M: memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan) sesering mungkin.
“Pakai masker itu, kalau ada dua orang dan salah satunya sakit, kalau berdua tidak pakai masker kemungkinan menular 100 persen. Kalau yang sehat pakai masker 70 persen penularannya,” ujarnya.
“Kalau yang sakit yang pakai masker, penularan jadi 5 persen. Tapi kalau yang sehat dan sakit pakai masker risikonya 2 persen, jaga jarak tinggal 0 persen,” jelasnya.
Kemudian, untuk mempertahankan agar penularan tetap 0 persen, tinggal rajin cuci tangan setelah melakukan kegiatan apa pun.
Sementara itu, bagi pasien Covid-19 yang tidak bergejala agar tetap menjaga imun tubuh tetap dalam kondisi baik.
Caranya dengan makan makanan bergizi, minum banyak air putih, mengkonsumsi suplemen dan vitamin, olahraga dan istirahat teratur serta jangan stres.
“Karena kalau stres imun tubuh akan runtuh, penyakit apa pun akan mudah masuk. Usahakan tetap berpikiran positif dan bahagia,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Listrik Kuba Kembali Padam Saat Tekanan Krisis Energi Meningkat
- Ledakan Petasan di Pamekasan Bongkar Produksi Berdaya Ledak Tinggi
- China Desak Penghentian Konflik Timur Tengah Saat Idulfitri
- Konflik Gas Iran-Qatar Picu Lonjakan Harga, Trump Berubah Arah
- Di Momen Lebaran Vladimir Putin Soroti Peran Muslim Rusia
Advertisement
Top Ten News Harianjogja.com, Selasa 24 Maret 2025, Arus Balik Lebaran
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- Jumlah Orang Kelaparan Berpotensi Melonjak Akibat Konflik di Iran
- Sejumlah Kota Besar Indonesia Berpotensi Dilanda Hujan Sangat Lebat
- Super Mario Berhasil Raih Poin di Moto 2 Brasil
- Harga Emas Pegadaian Stabil, Antam Turun Rp50.000
- Marco Bezzecchi Juarai MotoGP Brasil dan Kokoh di Puncak Klasemen
- 700.000 Anak Sekolah Terdeteksi Alami Gejala Kecemasan dan Depresi
- Klasemen Liga Spanyol: Barca Jaga Jarak, Real Madrid Mendekat
Advertisement
Advertisement







