Dua Bom Meledak Dalam Waktu 1 Jam di Filipina Selatan, 14 Orang Tewas, 75 Cidera

Ilustrasi-Kelompok militan Abu Sayyaf - Reuters
25 Agustus 2020 07:37 WIB John Andhi Oktaveri News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Sebuah tragedi terjadi di Negara Filipina. Ledakan ganda terjadi di Kota Jolo, Filipina Selatan. Sedikitnya 14 orang meninggal dunia dan 75 orang  lainnya luka-luka akibat ledakan tersebut.

Pejabat militer Filipina mengatakan dua bom meledak dalam waktu satu jam di kota yang berada di Provinsi Sulu, kemarin.
Mereka menduga pemboman itu dilakukan oleh militan Islamis yang terkait dengan kelompok Abu Sayyaf.

Seorang juru bicara Presiden Rodrigo Duterte mengutuk serangan itu yang disebut sebagai serangan terparah tahun ini.

Baca juga: Bakal Absen di Sisa Musim, Marquez Jagokan Dua Pembalap Ini

"Pihak berwenang sekarang sedang melakukan penyelidikan, termasuk mengidentifikasi individu atau kelompok di balik serangan pengecut ini," kata juru bicara pemeritah, Harry Roque, seperti dikutip BBC.com, Selasa (25/8/2020).

Belum ada yang menyatakan bertanggung jawab atas ledakan tersebut.

Filipina selatan mengalami lonjakan militansi Islam dalam beberapa tahun terakhir dan memiliki sejarah panjang kekerasan separatis.

Abu Sayyaf adalah salah satu kelompok jihadis terkecil dan paling kejam di Filipina selatan, yang dikenal karena aktivitas penculikan untuk minta tebusan dan kebrutalannya, termasuk pemenggalan kepala.

Baca juga: Kingsley Coman, Kesempurnaan The Bavarians

Terdaftar sebagai organisasi teroris di AS, kelompok itu telah berjanji setia kepada apa yang disebut ISIS, dan telah melakukan penculikan baik terhadap orang asing maupun orang Filipina.

Pemboman terjadi setelah penangkapan pada awal bulan ini terhadap seorang pemimpin Abu Sayyaf di pulau selatan Mindanao.

Militer mengatakan ledakan pertama terjadi sekitar tengah hari (05:00 GMT) di jalan yang sibuk di Jolo, ibu kota Sulu.
Letjen Corleto Vinluan mengatakan sebuah alat peledak rakitan yang dipasang pada sepeda motor meledak di dekat truk militer di luar supermarket.

Ketika polisi dan tentara turun ke tempat kejadian, ledakan kedua meletus di jalan yang sama dalam waktu singkat.

"Seorang wanita pembom bunuh diri meledakkan dirinya sendiri saat seorang tentara menghentikannya memasuki daerah yang tertutup," kata Letkol Ronaldo Mateo, seorang juru bicara militer, kepada media lokal.

Sebanyak delapan anggota pasukan keamanan dan enam warga sipil tewas, sementara 27 personel keamanan dan 48 warga sipil cidera dalam ledakan itu, menurut sejumlah laporan. 

Sumber : Bisnis.com/BBC.com