Bantuan Rp930 Miliar untuk Pesantren di Tengah Pandemi Corona Cair Pekan Ini

Panitia mendata sejumlah santri Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor asal Banten yang akan kembali ke kampus mereka di Ponorogo di Stadion Maulana Yusuf Serang, Banten, Jumat (19/6/2020). - Antara
25 Agustus 2020 02:27 WIB Thomas Mola News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA--Kementerian Agama memastikan bantuan anggaran bagi pesantren dan lembaga pendidikan keagamaan Islam pada masa pandemi Corona tahap pertama akan cair pekan ini.

Ali Ramdhani, Dirjen Pendidikan Islam mengatakan, pihaknya telah bertemu dengan Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) dan memastikan bahwa SP2D (Surat Perintah Pencairan Dana) telah terbit hari ini.

“Saya selaku KPA juga telah menandatangani penyaluran anggaran kepada Bank penyalur. Kami harapkan, mulai besok anggaran sudah bisa disalurkan ke rekening lembaga penerima. Jadi untuk penerima bantuan tahap I sudah dapat menerima pekan ini,” ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (24/8/2020).

Ali menjelaskan pencairan dana bantuan operasional (BOP) tahap I ini diperuntukkan bagi pesantren dan lembaga pendidikan yang telah tercantum dalam surat keputusan (SK) yang dikeluarkan pada 12 Agustus 2020 lalu.

“Untuk tahap kedua, saat ini sedang dalam proses validasi, semoga awal September kita sudah dapat menandatangani SK nya, sehingga dapat segera dilanjutkan proses penyalurannya juga. Kami sangat berhati-hati untuk melakukan validasi ini,” tambahnya.

Direktur PD Pontren Waryono menyampaikan bantuan operasional tahap I yang cair pekan ini sejumlah Rp930,83 miliar. Bantuan tersebut diperuntukkan bagi 9.511 pondok pesantren, 29.550 Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT), 20.124 LPTQ/TPQ, dan 12.508 pesantren yang melaksanakan pembelajaran daring.

"Sisanya, akan disalurkan setelah validasi dilakukan dan SK tahap kedua selesai ditandatangani pada awal September mendatang. Ini sesuai dengan arahan Pak Menteri yang berharap seluruh bantuan dapat segera tersalurkan,” paparnya.

Fachrul Razi, Menteri Agama berpesan agar jajaran Ditjen Pendidikan Islam terus melanjutkan proses yang sudah berlangsung.

“Saya pesan betul, bantuan ini harus segera tersalur. Karena ini dapat membantu masyarakat, khususnya pondok pesantren pada masa pandemi ini. Ingat, kerja dengan cepat, dan tetap perhatikan prosedur. Semua harus sesuai dengan prosedur,” jelasnya.

Sebelumnya, Kementerian Agama menerima amanah berupa anggaran sebesar Rp2,599 triliun untuk membantu pesantren dan lembaga pendidikan keagamaan Islam di masa pandemi Covid-19.

Anggaran ini disalurkan dalam bentuk Bantuan Operasional (BOP) untuk 21.173 pesantren. Jumlah ini terdiri dari 14.906 pesantren dengan kategori kecil yang mendapat bantuan sebesar Rp25 Juta. Kemudian, terdapat 4.032 pesantren kategori sedang (500-1.500 santri), yang akan mendapat bantuan Rp40 Juta.

“Bantuan juga akan diberikan kepada 2.235 pesantren kategori besar dengan santri di atas 1.500 orang. Nilai bantuannya adalah Rp50 Juta," ujar Direktur PD Pontren Waryono.

Selain pesantren, bantuan juga akan disalurkan sebagai BOP untuk 62.153 Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT). Masing-masing MDT akan mendapat Rp10 juta. Bantuan juga diberikan untuk 112.008 Lembaga Pendidikan Al Qur'an (LPQ). Masing-masing LPQ akan mendapat bantuan Rp10 juta.

"Selain bantuan operasional, Kemenag juga berikan bantuan pembelajaran daring kepada 14.115 lembaga. Masing-masing lembaga akan mendapat Rp15 juta, namun diberikan per bulan Rp5 juta selama tiga bulan," katanya.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia