Indonesia Masuk 20 Besar Negara dengan Utang Terbesar
IMF memproyeksikan Indonesia berada di peringkat ke-19 utang pemerintah terbesar dunia pada 2026, dengan rasio utang terhadap PDB 40,75%.
Ilustrasi HIV/thewiire.com
Harianjogja.com, JAKARTA - Tahun 2030 menjadi target pemerintah untuk memutus penularan HIV/AIDS di Indonesia..
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Wiendra Waworuntu mengatakan bahwa salah satu upaya adalah menargetkan 90-90-90 sudah tercapai pada 2027.
“Target ini maksudnya 90 persen pertama, semua orang dengan HIV/AIDS [odha] harus mengetahui status HIV-nya, 90 persen kedua odha yang mengetahui status HIV dan 90 persen mendapatkan pengobatan ARV, 90 persen yang ketiga adalah odha yang minum ARV 90 persen pengobatan terpantau virusnya atau tersupresi melalui pemeriksaan viral load,” jelasnya kepada Bisnis, Rabu (12/8/2020).
Per Juni 2020, berdasarkan hasil laporan penemuan melalui Sistem Informasi HIV/AIDS (SIHA), terlaporkan penemuan kasus HIV sebanyak 398.784 orang dari 1.737.714 orang yang dites HIV, dan sebanyak 205.945 orang mendapat pengobatan HIV.
Kemenkes juga terus menggalakkan penanganan HIV/AIDS mengacu pada prinsip STOP yaitu melakukan penyuluhan atau edukasi HIV secara aktif dan masif, menemukan atau deteksi dini HIV pada semua kelompok populasi berisiko seperti pada ibu hamil, pasien TB, pasien IMS, warga bina pemasyarakatan dan pada populasi kunci.
“Kemudian, setelah ditemukan, pasien diobati dengan harus minum ARV karena bisa menenekan virus tidak memperbanyak diri,” tambah Wiendra.
Langkah selanjutnya adalah dengan mempertahankan virus tertekan serendah mungkin atau tersupresi dengan cara odha wajib minum ARV secara rutin dan patuh.
Kemudian, untuk mengetahui jumlah virus tersupresi perlu melalui pemeriksaan viral load yang dilakukan pada pasien baru 6 bulan dan 12 bulan selanjutnya untuk odha lama dilakukan pemeriksaan viral load setiap setahun sekali.
“Pemerintah juga telah menyediakan sarana laboratorium di puskesmas dan rumah sakit, menyediakan obat HIV secara gratis. Diharapkan layanan HIV/AIDS tetap buka meskipun di masa pandemi dan memberikan layanan kepada masyarakat yang membutuhkan pemeriksaan dan pengobatan serta pemantauan minum ARV,” kata Wiendra.
Pada masa pandemi Covid-19, pemerintah juga telah mengeluarkan protokol pelaksanaan layanan HIV/AIDS.
Selain itu, dilakukan juga penilaian layanan melalui survei cepat untuk mendapatkan gambaran layanan HIV/AIDS sekaligus informasi odha yang terinfeksi Covid-19.
“Memasuki situasi normal baru, masyarakat diharapkan dapat membudayakan pemakaian masker, perilaku hidup bersih dan sehat terutama mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir,” imbuh Wiendra.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
IMF memproyeksikan Indonesia berada di peringkat ke-19 utang pemerintah terbesar dunia pada 2026, dengan rasio utang terhadap PDB 40,75%.
Juventus mengawali Liga Europa 2026/2027 dengan kemenangan 5-0 atas NEC Nijmegen. Lima pemain berbeda mencetak gol, sementara Milan kalah dari Benfica.
Harga rumah kian mahal, Pemda DIY petakan kebutuhan rusun dan hunian vertikal bergaya tradisional Jawa untuk masyarakat di kawasan Kartamantul.
Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY bersama DPRD DIY menggelar bedah buku bertajuk 1001 Tanya untuk Wakil Rakyat di Terban, Kemantren Gondokusuman.
Jadwal layanan SIM Station Terminal Dhaksinarga Gunungkidul Jumat 18 September 2026. Lengkap dengan syarat BPJS Kesehatan dan lokasi SIM Keliling.
DPUPKP Sleman memperingatkan ancaman krisis hunian 10-20 tahun mendatang dan mendorong pengembangan hunian vertikal bagi warga berpenghasilan rendah.